Hari Guru 2022, Akademisi Unimed Ucapkan Terimakasih Untuk Semua Pendidik

Kamis, 24 November 2022 | 10:27 WIB

 

Medan,MPOL: Akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed) yang juga sebagai Ketua Lembaga Konsultasikan Pendidikan (LKP) Citra Sumatera Utara, Dr. Dionisius Sihombing,S.Pd.,M.Si menyampaikan apresiasi tinggi dan terimakasih kepada semua guru di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

Ucapan terimakasih itu, kata Dion, karena jasa-jasanya dalam mengajar dan mendidik putra dan putri sekolah sehingga bisa menulis, bisa membaca, bisa berhitung dan bisa memberi kontribusi besar untuk membangun dirinya, keluarganya, masyarakat dan bangsa. Tanpa kehadiran Guru pasti tak ada kemajuan masyarakat bangsa dan negara. Dari Guru diperoleh cahaya menerangi pikiran manusia, martabat manusia dimuliakan atas kecerdasan dan karakter diri akibat peran guru di sekolah.

Demikian disampaikan Dion kepada awak media ketika diminta tanggapannya dalam peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2022.

“Saya mengucapkan apresiasi tinggi dan terimakasih kepada semua Guru. Tanpamu Guruku saya tidak bisa beroleh capaian cita-citaku” kata Dion Sihombing, Kamis (24/11/2022).

Dion yang menjabat Direktur Lembaga Konsultasi Manajemen dan Penelitian (LKMP) Yayasan Bukittoba Sambangan Tuah (Kito Satu) ini menyebut, sejalan dengan tema Hari Guru Nasional Tahun 2022: Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar, Guru-Guru, sangat diharapkan terus membina diri dan meningkatkan kompetensi dalam tugas, baik pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian menyikapi tuntutan peradaban ilmu pengetahuan yang sangat kompleks sekarang ini yang telah berdampak kepada rumitnya menyikapi perilaku peserta didik di sekolah, tidak mudah beroleh dukungan dan kerjasama dari orang tua siswa dalam membelajarkan dan mendidik anaknya, serta tidak seiramana persepsi dari banyak pihak terkait pendidikan dalam bagaimana guru harus berproses melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikan.

Karena itu guru-guru harus terus berinovasi dan kreatif, walau tidak mudah tetapi sangat dituntut terjadi perubahan ke arah itu. Cara untuk mewujudkannya adalah guru menyadari atau berefleksi dengan kesungguhan bahwa profesi keguruan itu tidak profesi biasa tetapi luar biasa dan luhur.

Guru hadir untuk membina manusia agar manusiawi dan memanusiakan. Cita-cita luhur ini hanya bisa wujud jika guru tidak semata-mata andalkan dirinya dalam tugasnya, tetapi mengikutkan kuasa dan kehendak Tuhan atas tugasnya.

“Untuk itulah tugas keguruan dihidupi sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. ” Saya mengajak guru melaksanakan tugas bukan dengan kekuatan pikiran semata, tetapi menghidupkan ajaran-ajaran kehidupan yang Tuhan kehendaki”, tegas Dion.

Akhirnya Dion mendorong agar guru-guru terus memiliki kebanggaan atas profesi guru, walau gaji menuju sejahtera tugas mulia untuk pemuliaan hidup manusia harus tetap terpatri dalam diri dan jadi energi positif dalam bertugas.

“Percayalah pada waktu yang indah akan ada ganjaran yang luar biasa, sederhanyanya nama Guru terus hidup, diingat dan dikenang oleh peserta didik. Semoga Pemerintah terus mencari cara untuk meningkatkan kesejahteraan guru, dan saat ini upaya itu dapat kita lihat bersama. Mari beri kepercayaan dan dukungan kepada Pemerintah serta terus berbaik sangka dengan niat baik pemerintah membangun sektor pendidikan di tanah air”, pungkas Dion..