Dosen Prodi PPKn UMN Al Washliyah Pengabdian Masyarakat di SMK Swasta Setia Budi Binjai

Rabu, 30 Desember 2020 | 23:10 WIB

Binjai, MPOL : Dosen UMN Al Washliyah dari prodi PPKn M. Faisal Husna, S.Sos., S.Pd MH melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Swasta Setia Budi Binjai melalui sosialisasi dengan tema ‘Bahaya Hoaks Bagi Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Walikota Binjai Tahun 2020 Pada Masa Pandemi Covid-19’.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Desember 2020 sehari sebelum Pilkada serentak tersebut merupakan salah satu bentuk tridarma perguruan tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat. Dihadapan siswa/i kelas XII SMK Swasta Setia Budi Binjai, Faisal memaparkan bahaya hoaks atau berita bohong dalam setiap pemilihan umum tidak terkecuali pada pemilihan kepala daerah Walikota Binjai yang dilaksanakan serentak dengan kepala daerah lain di Indonesia pada tanggal 9 Desember 2020.

Hoaks katanya informasi yang tidak berdasar dan menyesatkan digunakan untuk kepentingan tertentu. Ciri khas dan utama hoaks adanya huruf kapital, huruf tebal (bold), banyak tanda seru, dan tanpa menyebutkan sumber informasi dan biasanya penyebar hoaks menuliskan ‘copas dari group sebelah’ atau ‘kiriman teman’.

Lebih lanjut Faisal menyebutkan dampak membuat dan menyebarkan berita hoaks dan menyesatkan diantaranya adalah membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok atau calon kepala daerah tertentu, menyusahkan atau bahkan menyakiti secara fisik orang yang tidak bersalah, memberikan informasi yang salah kepada pembuat kebijakan.

Tujuan hoaks tergantung dari masing-masing penyebarnya, dari hal sederhana seperti publisitas diri hingga hal yang genting seperti politik praktis sebuah Negara. Kiat menghadapi hoaks dengan rutin membaca berita dari media yang well-established dan dihormati, kalau suatu berita kedengarannya tidak mungkin, bacalah dengan lebih teliti karena seringkali itu memang tidak mungkin, dan jangan sembarang share artikel/foto/pesan berantai tanpa membaca sepenuhnya dan yakin akan kebenarannya.

Pemilih pemula secara eksplisit menurut Undang-Undang No.10 Tahun 2008 Pasal 19 (1) menyebutkan adalah warga Negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih. Sementara pemilihan kepala daerah, selanjutnya disebut pilkada adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memilih Gubernur, Bupati dan Walikota secara langsung dan demokratis.

Faisal yang pada kegiatan pengabdian tersebut didampingi anggota pengabdian Tri Reni Novita dari fakultas hukum berharap siswa/i SMK Setia Budi Binjai yang sudah memenuhi syarat dan berhak memilih agar menggunakan hak pilih politiknya dengan benar tanpa hoaks dan tidak golput. Pilkada Binjai yang diikuti Tiga Pasang Calon Walikota/Wakil Walikota diharapkan berjalan dengan tertib, aman dan demokratis.

Ajaran Islam sendiri sudah mengingatkan pemeluknya agar mewaspadai hoaks sebagaimana termaktub dalam Al Quran Surah Al Hujurat (6). Diakhir pemaparan, Faisal menyebutkan faktor pendorong partisipasi politik pemilih pemula biasanya rasa ingin tahu dan kesadaran politik pemilih pemula itu sendiri. Masa pandemi covid-19 ini proses tahapan pilkada wajib mengikuti protokol kesehatan, begitu juga pada saat pencoblosan untuk selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.