Dekan FISIP USU:  Sudah Tepat Langkah Pemerintah Menunda Pembelajaran Tatap Muka

Senin, 11 Januari 2021 | 14:21 WIB

Medan, MPOL : Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin menyebut langkah pemerintah yang menunda sementara proses pembelajaran tatap muka di masa pandemi sebagai langkah tepat.

Saat ini yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi kepada orang tua soal dampak negatif belajar tatap muka di masa pandemi.

Tambah Muryanto yang juga Ketua Komite SMA Negeri 1 Medan tersebut, memang pembelajaran daring juga memberikan dampak negatif bagi anak, salah satunya anak menjadi stres. Selain itu, kemungkinan terjadinya kesenjangan pencapaian belajar dan juga ketidakoptimalan pertumbuhan.

Namun itu dapat diantisipasi dengan cara merumuskan sejumlah formula sehingga dampak negatif itu tidak terjadi. Berbeda dengan dampak dari pembelajaran tatap muka yang banyak harus disiapkan berkaitan dengan protokol kesehatan baik itu dari internal sekolah maupun pemerintah.

“Di internal sekolah ada 3 M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan 3 T yang harus dilakukan konsisten dari pemerintah yakni Tracing, Testing, Treatment,” bebernya.

Permasalahannya lanjut Muryanto, nasyarakat saat ini menganggap dampak dari Covid 19 ini punya resiko sosial. Resiko sosialnya kalau terjadi klaster baru, atau terjadi gejala covid di satu sekolah itu akan juga menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

“Nah, ini perlu dilihat juga, konteks dampak sosialnya jika tatap muka itu dilakukan,” ucap Muryanto.

Oleh karena itu kata Muryanto, sebaiknya pembelajaran tatap muka harus dipertimbangkan kembali di masa pandemi ini.

“Misalnya dengan cara memberikan edukasi yang cukup bagi orang tua dan guru agar dampak negatif dari tidak dilakukannya tatap muka itu tidak terjadi,” terang Mury.

Muryanto juga menekankan ada dua hal yang diperlukan orang tua dalam pelaksanaan belajar daring yakni sebagai pembelajar bagi anaknya sendiri dan harus memantau perkembangan psikologis anak.

“Jadi sangat diperlukan waktu khusus bagi orang tua memantau perkembangan anaknya selama pembelajaran daring di rumah,” pungkas Mury. **