Bupati Nikson: Berdirinya UNTARA Bebaskan Masyarakat Taput Dari Kemiskinan dan Mencetak Generasi Emas

Kamis, 4 Maret 2021 | 15:24 WIB
Taput, MPOL: Pahit getirnya hidup ketika menempuh pendidikan menempa saya menjadi pribadi yang kuat tetapi mudah tersentuh. Makanya, saya akan sangat sedih ketika rakyatku sedih dan menangis.
Adik-adikku hargai setiap tetes keringat orangtuamu, jangan menyerah dan kalah dengan tantangan, pasti cita citamu akan terwujud. Jadilah generasi kebanggaan Taput. Karena pendidikan penting dalam melakukan sebuah perubahan dalam kehidupan. Demikian  Bupati Nikson Nababan diacara Bincang Bersama Alumni STPMD Yogyakarta melalui zoom meeting, di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput, Kamis (04/03).
Acara itu dipandu langsung oleh Ade Chandra Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta dengan peserta para alumni. “Saya melihat bagaimana kondisi ekonomi yang sangat terbatas tetapi harus kuliah membuat pribadi yang kuat, tahan lapar, kuat mental untuk menempuh apapun untuk meraih cita cita,” ujar Nikson.
Kata Nikson, ini menjadi pengalaman berharga bagi teman teman dan adik-adik yang masih kuliah. “Tidak ada kata menyerah di tengah tantangan. Yang ada perjuangan dengan sungguh sungguh dan tidak pernah bohong,” tambah Nikson Nababan sembari menegaskan, bukan hanya ilmu dari kampus yang ia terapkan dalam pekerjaannya saat ini sebagai pemimpin di Tapanuli Utara (Taput).
“Latar belakang saya di sektor pertanian, kerja keras orang tua saya untuk mengolah lahan dan menanam apapun demi anaknya sekolah membuat saya sangat memahami apa yang dihadapi petani, apa kendala dan apa solusinya. Apalagi mayoritas masyarakat Taput ini petani. Saya tetap berusaha memberikan solusi bagi petani, baik dari pengolahan lahan gratis dengan Alsintan, pupuk gratis, bibit gratis dan lainnya. Sampai harga dipasaranpun juga harus saya jaga hingga petani tidak merugi melalui pasar lelang,” ucapnya.
Makanya, saya akan sedih ketika rakyat saya sedih dan menangis sehingga saya harus turun langsung ke Dusun dusun, baik itu yang sangat terpencil. Walaupun harus jalan kaki dan mengendarai kendaraan roda dua, itu saya tempuh demi bertemu masyarakat di desa terpencil dan mendengar langsung keluhan dan isi hati mereka. Itu membuat saya bahagia. Jangan menyerah rakyatku, tetaplah sekolah anak anak hargai setiap tetes keringat untuk menyekolahkanmu, raih cita citamu walau banyak kepahitan, imbuhnya.
Paparan Bupati Nikson Nababan dalam acara “Bincang Bersama Alumni” itu diakhiri  dengan betapa pentingnya pendidikan dan besarnya kecintaannya kepada masyarakat Taput, besarnya keinginannya untuk membebaskan masyarakat Taput dari kemiskinan melalui berdirinya UNTARA (Universitas Tapanuli Raya) yang akan memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi Taput. Terciptanya SDM dan generasi emas dan tetap berkarya, seperti halnya Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. **