Awas Harimau Sumatera Berkeliaran di Kawasan Pendakian Gunung Sibayak

Rabu, 14 Oktober 2020 | 21:06 WIB

Tanah Karo, MPOL: Awas, seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) sedang berkeliaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan sebulan terakhir ini. Akibatnya, membuat warga di sekitar Gunung Sibayak menjadi resah dan ketakutan.

Atas laporan masyarakat, sehingga  Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Dishut Provsu) UPT Pengelolaan Tahura Bukit Barisan (PTBB) menyurati pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Pengelolaan Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Ir Ramlan Barus, saat menerima kunjungan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, Dandim 0205 Tanah Karo Letkol Kav Yuli Eko Hardyanto dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Sety di Tahura BB Tongkoh, Rabu (14/10).

Kata Ramlan, pihaknya mengetahui seekor Harimau Sumatera ada berkeliaran di sekitar Gunung Sibayak dan kawasan Tahura. Beberapa orang saksi mata melihat langsung keberadaan harimau itu. Sesuai penuturan saksi mata, tepatnya 29 Agutus 2020 pemungut retribusi objek wisata Gunung Sibayak telah melihat seekor Harimau Sumatera sedang melintas ke Pos Pendakian Gunung Sibayak.

Kemudian pada 30 Agustus 2020 warga  setempat juga melaporkan, telah melihat seekor Harimau Sumetera, saat mencari tanaman obat ke hutan lereng pendakian Sibayak. Dihari dan tanggal yang sama, pengunjung yang melintas di Pos Pendakian Gunung Sibayak juga melihat seekor harimau dan sempat mengikuti dan mengejar mobil pengunjung yang sedang melintas.

Menyikapi laporan itu, UPT Pengelolaan Tahura Bukit Barisan telah menyurati  pihak berkompeten yaitu BKSDA Sumut agar dapat memberikan bantuan penanganan konflik Harimau Sumatera di kawasan Tahura Bukit Barisan, nomor :522/669/TAHURA – BB/10/2020 tanggal 10 Oktober 2020,” katanya.

“Meskipun belum ada yang turun secara fisik untuk mengecek Keberadaan harimau ini, Tim BKSDA bersama Wildlife Conservation Society (WCS) telah memasang kamera jebakan atau perangkap kamera (kamera trap) di tiga titik lokasi, kemarin, sebagai upaya langkah pendektesian melalui sensor gerak dan sensor infra merah. Mudah-mudahan Kamera Trap ini dapat menjawab kekhawatiran masyarakat setempat maupun pihak pengunjung yang sedang berwisata. Namun demikian secara teknis kita tunggu pihak BKSDA,” katanya.

Barus menghimbau masyarakat dan wisatawan supaya lebih waspada dan berhati-hati bila berkunjungke Gunung Sibayak maupun Tahura Bukit Barisan.

Menyahuti hal itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH mengatakan, setelah mendapat informasi ada Harimau Sumatera berkeliaran secara liar di sekitar pendakian Gunung Sibayak, ia langsung mengajak Forkopimda ke Tahura, untuk mengecek kebenaran informasi itu. Untuk itu Terkelin meminta BKSDA segera bentuk tim dan lakukan pelacakan sebelum ada korban jiwa.

“Jangan gara gara khabar seekor Harimau Sumatera berkeliaran, wisatawan enggan berkunjung. Kita tunggu saja hasil pemantauan Kamera Trap yang sudah dipasang di tiga titik itu. Mudah-mudahan dapat membantu petugas melacak dan membuktikan informasi yang beredar,” ujar Terkelin sembari menghimbau tunda dulu rencana perjalanan ke arah pendakian Pos Sibayak untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan

 

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo SIK dan Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hardyanto, mengatakan, demi kenyamanan dan keamanan pihaknya siap berkoordinasi dengan BKSDA dalam melakukan perburuan Harimau Sumatera. **