Aliansi Guru PAI Langkat Audiensi Ke DPRD Langkat

Selasa, 22 September 2020 | 19:43 WIB

Langkat,MPOL: Aliansi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Langkat beraudiensi ke kantor DPRD Kabupaten Langkat terkait pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2021.Audiensi diterima Wakil Ketua DPRD Langkat, Ir. Antoni di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2020)

Koordinator Aliansi, Sami’in, S.Pd bersama Sekretaris M. Era Syahputra Siregar, S.Pd menjelaskan kepada Wakil ketua DPRD Langkat menyangkut tentang surat Dirjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama nomor : B-1846/DJ.I/Dt.I.IV/HM.01/ 09/2020 tentang koordinasi pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru dengan pemerintah daerah.

Sami’in meminta kepada DPRD Langkat dapat membantu dalam anggaran pemerintah daerah sebesar Rp. 6.200.000,- per peserta untuk mengikuti PPG sesuai surat Dirjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama yang ditanda tangani  Rohmat Mulyana Sapdi.

“Ada 81 orang calon peserta Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama tahun 2021 dari Kabupaten Langkat,” jelasnya.

Menyahuti usulan yang disampaikan  Aliansi Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Langkat, Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni menegaskan,mendukung dan akan menyuarakan harapan Aliansi Guru dalam anggaran R.APBD Kabupaten Langkat tahun 2021 yang akan dibahas bulan Oktober mendatang.

“Ini wajib kami perjuangkan, karena tanpa peran guru kita semua tidak ada apa-apanya. Sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dan ikhlas beramal akan jadi perhatian kami,” sebutnya.

Antoni  pun akan menindak lanjuti dalam waktu dekat permintaan anggaran PPG dengan melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait termasuk dengan Komisi B DPRD Langkat dan menghadirkan Aliansi Guru PAI Kabupaten Langkat.

Antoni menambahkan,  guru agama Islam harus menjadi prioritas demi mewujudkan visi dan misi Bupati Langkat, jadi tidak ada alasan pemerintah daerah untuk tidak merealisasikan usulan yang disampaikan  Aliansi Guru Pendidikan Agama Islam Langkat ini.

     “Pemerintah daerah harus memperhatikan nasib guru agama Islam yang mengajar di sekolah negeri dan swasta yang ada di Kabupaten langkat,” tegasnya.**