7 Wisuda Terbaik Diberi Penghargaan

Minggu, 28 Februari 2021 | 19:42 WIB

Medan, MPOL : Wisuda Daring Universitas Muslim Nusantara (UMN) AlWashliyah ke 47 tahun 2021 dilaksanakan di gedung auditorium Udin Sjamsuddin -Djalaluddin Lubis kampus Syaikh H Muhammad Yunus UMN Al Washliyah, Sabtu (27/2/2021).

Wisuda Daring itu Rektor UMN Al Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono K Surbakti memberikan penghargaan kepada 7 wisuda terbaik yakni Atiqah Hanum dari program magister dengan IP 3,82, diikuti wisuda dari program sarjana Winda Moratta (3,79), Sutra Anggraini (3,50), Amelia Anggraini (3,76), Janisman Harapan (3,79), Rika Wijaya (3,59), Adinda Syahfitri (3,73).

Narasumber yang memberikan arahan secara Daring pada wisuda Daring tersebut, yakni Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dr Ibnu Hajar MSi, dan Ketua Umum PB Al Washliyah Dr H Yusnar Yusuf MS.

Rektor Hardi Mulyono mengatakan keputusan untuk melaksanakan wisuda Daring ini diambil dalam rangka keikutsertaan UMN Al Washliyah bersama pemerintah berupaya memutus penularan Covid-19 di masyarakat.

Kepada wisudawan, Hardi Mulyono berpesan agar wisudawan mampu menjadi lulusan yang memiliki kemampuan literasi teknologi dan literasi manusia.

Selain itu harus mampu  berpacu dalam perkembangan teknologi di masyatakat. Untuk itu dibutuhkan suatu kemampuan mengembangkan potensi yang dimiliki serta keseimbangan dan kecerdasan spiritual, intelektual dan sosial.

Wisudawan harus memiliki ketajaman untuk melihat peluang dan kemampuan yang ada di depan mata sekaligus keberanian dalam menghadapi tantangan dan hambatan, sebut rektor.

Gelar akademik dan keahlian yang telah diperoleh ini dapat menjadi modal bagi wisudawan dalam memulai perjuangan dan berkarya serta meniti karir,” pesan rektor.

Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dr Ibnu Hajar mendukung UMN Al Wasliyah sebagai PTS terbaik di Provinsi Sumatera Utara yang telah betkontribusi nyata dalam pembangunan anak bangsa dan semakin mengukir prestasi serta meningkatkan kualitas pembelajaran bermutu.

Prof Ibnu Hajar mengingatkan bahwa situasi saat ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Banyak terjadi perubahan dalam dimensi kehidupan yakni revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19, sehingga banyak platform hidup yang berubah seperti pendidikan Daring, pemanfaatan beragam aplikasi berbasis digital  di bidang industri, bisnis pemerintahan dan perbankan.

“Keadaan ini telah mengurangi peran SDM lulusan PT. Ini hanya dapat diisi bagi lulusan yang mampu beradaptasi dalam dunia kerja dalam memanfaatkan teknologi informasi dengan sistem berbasis digital yang saat ini banyak digunakan. Wisudawan perlu memperkuat dengan beberapa kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah serta kemampuan komunikasi, kreatifitas dan inovasi,” kata Prof Ibnu Hajar.

Ketua Umum PB Al Washliyah Dr H Yusnar Yusuf mengatakan organisasi Al Washliyah memiliki 3 pilar dan salah satunya adalah pendidikan.

“Kami patut berbangga karena UMN Al Washliyah menjadi salah satu PTS dengan peringkat cukup baik di Indonesia terkhusus Sumatera Utara. Saat ini perkembangan pendidikan tidak lagi statis, dinamika pendidikan terus bergulir dan berubah.

“Hari ini kita dapat berita cukup menarik, semua kampus di Indonesia dapat program menarik yakni kampus merdeka,  belajar merdeka, mahasiswa merdeka, dan sekilah merdeka. Antara satu prodi dengan prodi lain dibuat  terintegrasi dengan dunia kerja. Kampus merdeka, maka 30 persen daripada semesternya akan berada di prodi yang lain.

Hal ini akan menjadi keuntungan mahasiswa tersebut karena bisa diintegrasikan dengan dunia kerja. Artinya seorang sarjana UMN tidak boleh menganggur,” kata Yusnar Yusuf seraya mengingatkan kampus merdeka itu juga merupakan peluang bagi mahasiswa untuk berintegrasi dengan kampus- kampus di luar negeri.

827 Wisudawan

Sementara itu Wakil Rektor I Dr H Firmansyah MSi Firmansyah mengatakan pada wisuda Daring tahun 2021 ini UMN Al Washliyah meluluskan 827 lulusan dari 6 fakultas dan 2 program magister, yaitu magister pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 5 orang, magister Pendidikan Matematika (10 orang), FKIP sebanyak  376 orang, Farmasi 86 orang, Ekonomi 313 orang, Pertanian 37 orang, Hukum 32 orang dan Sastra 13 orang. (bp)