Samsul Sianturi Bangun Objek Wisata “Pantai Libra SS” Untuk Kemajuan Pariwisata Muara

Minggu, 28 Juni 2020 | 12:11 WIB
Taput, MPOL: Keindahan panorama Danau Toba di Kecamatan Muara satu-satunya surganya Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang perlu sentuhan untuk dipoles menjadi tempat wisata berkelas dunia.
Sehingga Tokoh Pemuda Sumatera Utara (Sumut) Putra Muara Samsul Sianturi, SH tersentuh untuk kemajuan pariwisata di Muara. Bentuk kepeduliannya, dengan membangun objek wisata yang diberi nama “Pantai Libra SS”  berlokasi di Desa Unte Mungkur.
Dengan hadirnya Pantai Libra SS tersebut semakin menambah keindahan Kecamatan Muara dan menjadi salah satu objek wisata yang sangat menarik perhatian wisatawan. “Pantai Libra SS” merupakan perpaduan nama anaknya Lois Bryan yang memiliki arti anugerah. Libra juga diartikan Samsul Sianturi berdasarkan zodiaknya yang berarti penyeimbang,” katanya.
Kehadiran “Pantai Libra SS” membuat Kecamatan Muara semakin menarik dan banyak pengunjung. Sejak didirikan “Pantai Libra SS” tersebut, sudah banyak wisatawan yang datang dari berbagai daerah berkunjung ke lokasi tersebut.  Keunikan “Pantai Libra SS”, para pengunjung bisa menikmati keindahan Danau Toba dan keindahan sunset di sore hari yang terpancar dekat Pulau Sibandang.
Bukan itu saja, “Pantai Libra SS” dilengkapi kolam renang, tempat permainan anak-anak, restauran, live musik, parkir yang luas dan speed boat untuk disewakan ke pengunjung yang ingin berkeliling Danau Toba. Selain itu, kuliner yang dihidangkan khas Nasional dengan menu utamanya ikan bakar dan nasi goreng.
Di Pantai Libra SS itu para pengunjung akan disambut dengan pelayanan yang prima. Dilokasi tersebut, pengunjung merasa nyaman melihat keindahan Danau Toba. Pengunjung pun bisa langsung melihat indahnya Pulau Sibandang yang sangat dekat jaraknya. Juga bisa melihat kapal-kapal penyebrangan ke Pulau Sibanding dan ke Pulau Samosir. Dan melihat para nelayan lokal yang asik dengan sampan kecilnya untuk mengambil ikan.
“Mata Guru Roha Sisean yang artinya manusia itu harus berbuat kebajikan dan kebijakan serta membuang segala keegoisan dari kepribadian. Itulah filosofi hidup saya hingga saat ini,” ujar Samsul Sianturi kepada MPOL, Sabtu (27/6) di ” Pantai Libra SS”.
Dan membangun karakter kebersamaan yang dalam umpama Bataknya “Marbisuk Maho Songon Ulok, Marroha Maho Songon Darapati”.  “Tujuan saya  membangun objek wisata Pantai Libra SS  ini karena saya ingin wisata Danau Toba di Muara ini bisa ramai dikunjungi wisatawan,” kata mantan anggota DPRDSU periode 2014-2019 itu.
“Kita sangat bersyukur kepada Presiden Joko Widodo yang sudah memberi perhatiannya menjadikan Danau Toba menjadi Destinasi Wisata Indonesia. Berarti inilah kesempatan kita untuk membenahi muara ini,” ucap pria yang sudah besar di DPP IPK Sumut itu.
Samsul juga mengharapkan, Pemerintah Daerah kiranya bisa menata kebersihan kawasan pinggiran Danau Toba di Kecamatan Muara ini. Di sepanjang pinggiran Danau Toba di Kecamatan Muara ini bisa ditanami bunga supaya indah dan terlihat bersih. Kalau indah, secara otomatis para wisatawan yang berkunjung ke Muara akan merasa nyaman dan betah.
Kemudian, pemerintah juga kita harapkan bisa terus memberikan sosialisasi dan pelatihan ekonomi kreatif kepada masyarakat di Kecamatan Muara ini. Samsul juga mengharapkan, Pemda melalui dinas pendidikan  bisa memberikan ekstrakulikuler kepada pelajar SD di Muara ini untuk digiatkan kursus Bahasa Inggris.
“Tujuan kedepannya untuk meningkatkan SDM masyarakat supaya bisa berbahasa Inggris dengan aktif. Sebab di daerah tujuan wisata, masyarakat sekitar harus mampu berkomunikasi bahasa asing,” pinta tokoh masyarakat muara itu.
PEMBANGUNAN TOILET BERSIH
Keberadaan toilet bersih disepanjang jalan tempat wisata sepintas sepele, namun kenyataannya sangatlah penting.
Toilet umum itu tidak perlu mewah, yang penting bersih dan nyaman bagi setiap pengunjung.  Muara sebagai pintu masuk ke destinasi wisata Danau Toba sudah layak dibangun toilet bersih untuk umum disepanjang jalan dari Bandara Internasional Silangit menuju muara.
Jarak tempuh 20 KM dari Bandara Silangit ke Muara dengan kultur alam yang dingin, para pengunjung sudah selayaknya membutuhkan toilet umum.
“Selain membangun toilet bersih, seharusnya Dinas Pariwisata Taput bergotong – royong dengan masyarakat agar menanami bunga atau pohon buah disepanjang jalan menuju muara. Akan terlihat lebih indah, sejuk dan nyaman. Itu semua demi peningkatan wisata muara,” jelas ketua Pengcab Tako Sumut itu. **