PTAR Dukung Pemberdayaan Usaha Perempuan

Selasa, 19 Juli 2022 | 19:56 WIB

Parapat, MPOL: PT. Agincourt Reseources (PTAR) selain mendukung peningkatan partisipasi kaum gender di perusahaan tambang, juga mendukung pemberdayaan perempuan dalam mendukung usaha perempuan.

Hal ini terlihat dari dukungan PTAR melahirkan sejumlah program pemberdayaan usaha berbasis perempuan, seperti pengembangan usaha minimarket Sahata Commissary dan pengembangan usaha budidaya tanaman akar rimpang bersama dua Kelompok Wanita Tani.

Selain itu, PTAR membesut program pengembangan usaha batik dan produk turunan dengan KUB Batik Tapsel dan KUB Bator Craft serta program peningkatan kapasitas dan keterampilan menjahit bagi perempuan di Desa Batuhula dan Kelurahan Hutaraja.

” Hingga saat ini sebanyak 108 perempuan dari 8 kelompok usaha sudah mendapat pendampingan dari PTAR. Mereka tersebar di dua kecamatan di Tapanuli Selatan,” ujar Senior Manager Community Relations PTAR, Christine Pepah kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/07) di Cafe And Resto Biwa Parapat.

PTAR juga berkomitmen memberikan kesempatan dan peran yang sama kepada kelompok perempuan untuk berusaha dan menjalankan kegiatan kelompoknya secara mandiri, serta meningkatkan kapasitas diri dan kelompoknya melalui berbagai program, pelatihan, dan pendampingan. Dengan begitu, mereka dapat menjadi mampu dan berdaya menjalankan usahanya secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan program pengembangan usaha minimarket Sahata Commissary di dalam Camp PTAR yang sudah berjalan sejak 2012.

Program yang diinisiasi PTAR tersebut berhasil memberdayakan Ikatan Perwiridan Yasin (IPY) Nurul Huda, Kecamatan Batangtoru, yang memiliki sekitar 1.000 anggota.

PTAR membantu menyediakan sarana dan fasilitas minimarket, meningkatkan kapasitas karyawan minimarket, memperluas jaringan kerja sama dengan distributor utama, dan membentuk Koperasi Sahata Satahi Saoloan sebagai wadah yang menaungi kegiatan usaha IPY Nurul Huda.

Program ini membuahkan hasil. Pendapatan dari Sahata Commissary bisa digunakan untuk membiayai operasional IPY Nurul Huda dan beberapa usaha rumah tangga turut diberdayakan sebagai pemasok. Koperasi Sahata Satahi Saoloan pun berhasil membuka toko sembako sederhana untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasinya.

“ Program pengembangan ekonomi yang dijalankan PTAR melalui pemberdayaan kelompok perempuan sedikit banyak membantu mereka dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Program ini juga membuka peluang bagi perempuan untuk berkarya dan membuka ruang untuk berpikir, bertindak, dan bersosialisasi,” ujar Christine.

Sementara Senior Manager Corporate Comunication Katarina Siburian Hardono juga mengatakan, bahwa kaum Gender di perusahaan Tambang Martabe setara dengan kaum pria untuk berkompetensi.

” Setiap perempuan diperbolehkan menduduki jabatan penting sesuai dengan skill yang dimilikinya,” tegas Katarina.**.