Meratus Line Buka Layanan Rute Baru, Belawan-Port Klang PP

Kamis, 30 September 2021 | 19:04 WIB

Medan, MPOL= Layanan rute internasional kembali diluncurkan oleh Meratus Line, yang merupakan operator kapal dan pelayaran terkemuka di Indonesia. Rute tersebut menghubungkan Belawan, Medan menuju Port Klang, Malaysia. Diharapkan rute baru ini dapat mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan nasional.

General Manager Commercial Meratus Line, Cahyadi Hiunardi menjelaskan, layanan rute baru ini disebut Meratus Malacca Express yang akan rutin berlayar setiap minggu. Demi mengefisiensikan waktu perjalanan dan efektifitas pengiriman barang, rute ini dijalankan direct dari Pelabuhan Belawan melalui Port Klang, Malaysia tanpa adanya transit atau pemberhentian di terminal lain. “Direct service ini diberikan sebagai bentuk komitmen Meratus untuk selalu mengutamakan waktu serta kualitas pengiriman,” terang Cahyadi saat acara peluncuran secara resmi Meratus Malacca Express di Terminal Peti Kemas, Belawan, Kamis (30/9).

Turut hadir dalam acara, Chief Trade Officer Meratus Line Budi MR, Kepala Cabang Meratus Line Yongky Suherman, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo Hendro Wibowo, perwakilan Terminal Peti Kemas Belawan, Yarham Arif, perwakilan Kantor Otoritas Pelabuhan Belawan, Pelindo, dan tamu undangan.

Menurut Cahyadi, selain mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan nasional, dibukanya rute baru tersebut juga melihat adanya kekurangan ruang kapal dan jumlah kontainer, serta tingginya biaya freight di Indonesia. Hal ini tidak seimbang dengan tingginya permintaan komoditas unggulan nasional di pasar global.

“Meratus mendedikasikan layanan rute internasional ini guna menjawab kebutuhan ekspor untuk komoditas unggulan nasional, terutamanya kelapa sawit dan turunannya di Sumatera Utara yang terus meningkat sejak tahun 2020 dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan di tahun mendatang. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Meratus atas pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.

Cahyadi menyatakan, Meratus berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya membantu pekerenomian Indonesia, salah satunya adalah mendukung peningkatan daya saing komoditas unggulan nasional dengan layanan rute baik domestik maupun internasional. “Sebelumnya, Meratus juga telah membuka layanan rute internasional di Lampung dan Jakarta dengan tujuan ke Singapura. Diharapkan layanan rute Meratus internasional ini dapat menjadi peluang peningkatan perdagangan ekspor komoditas unggulan berbagai daerah di Indonesia. Meratus akan terus memperluas jaringan dengan menawarkan solusi rantai pasokan untuk mendukung keberhasilan eksportir Indonesia,” sebut Cahyadi.

Dia menambahkan, Meratus didukung lebih dari 30 trayek, 35 jaringan keagenan, 65 kapal peti kemas milik sendiri, dua terminal peti kemas serta lebih dari 15 pusat dan gudang logistik peti kemas darat. “Meratus terus berinovasi dalam upaya membantu perekonomian serta memperlancar arus logistik, baik domestik maupun internasional. Hal ini sejalan dengan visi Meratus untuk tetap menjadi yang terdepan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan Tri Utomo Hendro Wibowo memberikan apresiasi dan dukungan atas peluncuran layanan rute baru internasional itu atau Meratus Malacca Express untuk pemulihan ekonomi. “Semoga rute baru tersebut dapat membantu mengatasi permasalahan ketersediaan kontainer kosong, sehingga ekspor komoditi di Sumatera Utara mendapatkan space demi pemulihan ekonomi,” ungka Tri Utomo.

Ia menyebutkan, dalam tatanan logistik, pada masa pandemi ini Pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya pemulihan ekonomi nasional. Dari data statistik, kondisi pandemi berdampak menyebabkan defisit kontainer kosong di Pelabuhan Belawan sekitar 3.000 sampai 4.000 TEUs setiap bulan.

“Ekspor di Sumatera Utara ini banyak, tetapi terindikasi atau diduga ada beberapa permasalahan. Pertama, terkait ketersediaan kontainer kosong. Kedua, karena ada beberapa negara yang memberlakukan lock down, sehingga rute-rute jalur komoditi internasional belum normal seperti sebelum pandemi,” ujar Tri Utomo.

Karena itu, pemerintah melakukan upaya mengatasi persoalan ini, salah satunya mewajibkan kapal logistik yang datang ke Pelabuhan Belawan untuk menyediakan sekitar 10 sampai 15 persen kontainer kosong. “Persoalan lainnya juga kami sering menerima pembatalan ekspor dikarenakan kekurangan space di kapal. Oleh sebab itu, kehadiran layanan rute baru ini dapat membantu menjawab persoalan yang terjadi saat ini,” tandasnya. (Dro/Rel).