Ambruknya Perosotan Air Tak Ada Korban Jiwa, Kenjeran Park Ditutup

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:31 WIB

 

Surabaya, MPOL: Kepolisian Resor Tanjung Perak menutup kawasan wisata Kenjeran Park yang ambruk, demi menyelidiki penyebab robohnya wahana perosotan air atau peluncuran setinggi 10 meter.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino menjelaskan, penutupan sementara Kenjeran Park adalah penting untuk menyelidiki penyebab ambruknya wahana permainan air itu.

“Kami dari personel Reskrim masih mencari penyebab dugaannya. Kami tutup sementara,” tegas AKBP Anton di lokasi, Sabtu (7/5/2022).

Dikatakan AKBP Anton, evakuasi para korban sudah tuntas. Kapolres juga memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa seluncuran atau perosotan air Kenjeran Park yang ambruk, memang terdapat sejumlah korban mengalami luka berat maupun cedera ringan.

“Para korban sudah di bawa ke rumah sakit dan tidak ada yang meninggal dunia, saat ini korban ditangani medis,” sebut AKBP Anton Elfrino.

Secara terpisah, Wakil Walikota Surabaya Armuji menyatakan, saat ini para korban telah dirawat di RSUD Soewandhie untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

“Pemerintah Kota Surabaya melalui BPBD dan sejumlah Puskesmas telah memberikan layanan kegawatdaruratan, selanjutnya biar di proses sesuai ketentuan,” ujar pria yang akrab disapa Cak Ji.

Armuji juga meminta agar dilakukan pengecekan terhadap fasilitas Umum yang dikelola oleh swasta maupun pemerintah sehingga tidak menimbulkan kejadian serupa di kemudian hari.

“Di taman-taman kan banyak mainan anak-anak itu harus dicek apakah masih layak apa tidak? Selain itu yang dikelola oleh pihak swasta harus sering di monitoring. Saya juga meminta agar pengelola bertanggungjawab atas keselamatan pengunjung,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, ada 16 orang dilaporkan jatuh dari peluncuran atau perosotan air kolam renang di Kenjeran Park (Kenpark), Jalan Sukolilo, Kecamatan Bulak, Surabaya, pada Sabtu siang.

KRONOLOGI :
Keterangan dari petugas keamanan, bahwasannya untuk kejadian terjadi pada pukul 13:30 Wib sebagai sambungan perosotan air itu tiba-tiba ambrol jatuh ke bawah pada saat banyaknya pengunjung yang bermain di wahana tersebut sehingga sebagian pengunjung berjatuhan dari perosotan yang ambrol dari ketinggian 10 Meter, yang di duga penyebab ambruknya sambungan perosotan itu dikarenakan lapuk.

Keseluruhan korban akibat kecelakaan wahana bermain air dibawa ke Rumah Sakit Dr Sowandhi dan Rumah Sakit Dr.Soetomo, dan lokasi kejadian saat ini diberi garis polisi dan dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian. Korban berjumlah 16 orang, 8 korban dirujuk ke RSUD Dr. Soewandhie, dan8 korban dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo.***