Ada ”Kampung Tenun” di Kabupaten Batu Bara

Jumat, 20 Desember 2019 | 21:00 WIB

Padang Genting – Bupati Batu Bara Ir H Zahir M.AP didampingi Ketua TP PKK Ny Maya Zahir dan Ketua DPRD M Syafi’i SH meresmikan Kampung Tenun Batu Bara di Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kamis (19/12/2019).

“Saya resmikan Kampung Tenun ini, berarti kita memulai menjadikan Songket Batu Bara (kain tenunan Batu Bara) sebagai artefak jati diri Melayu, karenanya putra-putri Melayu yang berbakat menenun akan kita didik dan bantu peralatannya,” ucap Bupati Zahir pada peresmian tersebut seraya meminta meminta Dinas terkait agar segera menyiapkan pengajuan hak patennya.

Acara peresmian Kampung Tenun tersebut turut dihadiri Sekda Sakti Alam Siregar SH, anggota DPRD Fraksi PBB Andi Lestari, Kadis UMKM Margaret dan sejumlah pimpinan OPD lainnya, Camat serta warga masyarakat terutama para pengrajin tenun Batu Bara.

Zahir mengungkapkan rasa bangganya melihat pada acara HUT Batu Bara ke-13 barusan para putra-putri Batu Bara tampil fashion show dengan berbusana songket (kain tenun) Batu Bara. “Artinya kita punya nilai sejarah yang tidak kalah dengan provinsi lain, karena songket Batu Bara sudah booming ke mancanegara. (Kelak) daerah kita ini akan banyak dikunjungi wisatawan jika (Kampung Tenun ini) sudah ditata,” ujar Bupati.

DIKENAL SEJAK 1823

Kepala Dinas UMKM Margaret dalam laporannya menjelaskan, peresmian Kampung Tenun ini sebagai upaya membangun desa dan masyarakat kreatif, inovatif dan produktif sebagai jabaran dari visi dan misi Bupati Batu Bara Zahir-Oky. Saat ini dari banyak pengrajin tenun di Indonesia, Ashar Abdullah penenun songket Batu Bara di Padang Genting merupakan penerima penghargaan OVOP bintang 4.

“Saat ini ada 6 putra-putri Batu Bara sedang diajarkan untuk mendapat bintang lainnya. Sejak di bawah pimpinan Bupati Zahir sudah 20 kerajinan tenun punya usaha, 25 terlatih, 3 mengikuti studi banding ke Sumatera Barat dan Pulau Jawa, serta 4 kali mengikuti pameran nasional,” ungkap Margaret.

Sementara itu anggota TBUPP bidang Sejarah dan Budaya yang juga sejarahwan Universitas Negeri Medan, Dr phil Ichwan Azhari yang turut mendampingi Bupati meluncurkan Kampung Tenun Batu Bara tersebut, menjelaskan tenun Batu Bara sudah dikenal dunia internasional sejak dua abad yang lalu.

Menurutnya, John Anderson, utusan pemerintah Inggris yang berkedudukan di Penang, berada di Batu Bara pada tanggal 20 Februari sampai 9 Maret tahun 1823. Anderson mencatat cukup rinci dalam ekspedisi yang dilakukannya tentang Batu Bara. Diantara yang dilaporkannya adalah tentang tenun Batu Bara yang mengagumkan.

Dalam laporannya John Anderson mencatat bahwa orang Batu Bara sudah memiliki tradisi menenun yang sangat cantik, bahkan sudah menggunakan benang emas. Kesaksian Anderson tentang keberadaan tenun Batu Bara ini kemudian dibukukan dan terbit di London, dengan judul “Mission to East Coastal Sumatra in 1823”, mengindikasikan kehebatan tenun Batu Bara sudah dikenal dalam literatur dunia pada 200 tahun yang lalu.

“Dalam buku Anderson itu diperlihatkan lukisan orang mengenakan tenun Batu Bara. Catatan Anderson ini diharapkan jadi memori penting bagi masyarakat Batu Bara, bahwa warisan tenun mereka sudah dikagumi dan dicatat dunia, dua abad yang lalu,” tutur Ichwan Azhari. (am)