Wajah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Saat Ini

Rabu, 17 Februari 2021 | 22:36 WIB

Oleh: Ahmad Chandra Jaya, Mahasiswa Unimed Jurusan Bimbingan dan Konseling

Medan. MPOL: Pandemi covid-19 di Indonesia berdampak pada bidang ekonomi, sosial, wirausaha, pekerjaan serta pada bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan untuk pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dari rumah. Salah satu sekolah yang harus melaksanakan belajar dari rumah (BDR) bukan hanya sekolah negeri atau swasta saja melainkan sekolah luar biasa (SLB) juga terkena dampak pembelajaran daring.

Pembelajaran pendidikan inklusif harus disesuaikan dengan situasi saat ini. Pentingnya modifikasi dan perubahan pembelajaran agar pembelajaran masih tetap berlanjut. Jadi, dalam Pendidikan inklusif ini terdapat beberapa tantangan dalam pembelajaran Pendidikan inklusif pada masa covid-19 ini.

“Berdasarkan penelitian SIGAP dan Jaringan Disabilitas pada tahun 2020, Pola belajar mandiri bersama orang tua banyak dilakukan pada anak dengan disabilitas yang tinggal di pedesaan (47%). Anak dengan Disabilitas memiliki resiko tertinggal informasi karena pesan-pesan kunci penanggulangan wabah dan menjaga kesehatan mental tidak menjangkau mereka”.

Kemudian, dengan kebijakan batasan sosial dan isolasi, layanan terapi regular dan layanan kesehatan bagi anak dengan disabilitas lebih sulit diakses oleh mereka dan keluarganya. Resiko yang dihadapi termasuk terhambatnya proses tumbuh kembang, atau dampak kesehatan.

Pada saat ini, pendidikan inklusif masih menjalankan Pendidikan dengan daring. Banyak para guru yang mengajar sesuai sesuai dengan kebutuhan siswa. Akibatnya, guru merasa kewalahan karena susahnya pendekatan pembelajaran secara langsung.

Terkait Pendidikan inklusif, banyak sekali permasalahan yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Adapun kesulitan akses sinyal yang terjadi Ketika proses pembelajaran berlangsung dan guru yang sangat kewalahan mengajar dengan metode daring. Karena anak berkebutuhan khusus haruslah dibantu proses pembelajaran secara langsung.

Tentunya dalam hal ini sangat dibutuhkan peran orang tua, kerabat atau pendamping anak belajar berkebutuhan khusus. Orang tua atau pendamping belajar harus paham dalam penggunaan teknologi digital guna mendukung kegiatan belajar dirumah.