Pemilu dan Kesiapan KPU

Senin, 8 Agustus 2022 | 21:34 WIB

Koordinator Lapangan Sumut – Aceh, Cyrus Network Research and Consultant

Tanpa disadari, tidak terasa, Indonesia akan memasuki era serius dalam berdemokrasi. Keseriusan demokrasi di suatu negara, khususnya Indonesia, tergantung pada pemilu yang dilaksanakan. Jika pemilu berkualitas sesuai asas pemilu “jurdil”, tentu indeks demokrasi dinegara ini mengalami peningkatan yang signifikan. Penulis menyarakan kepada pembaca, agar membaca indeks demokrasi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2022-2027 menjadi pusat bagian terpenting untuk menentukan kualitas demokrasi melalui pemilu 2024 yang akan datang. Anggota KPU, harus mampu mencetak hasil darisejumlah kebijakan penyelenggaraan pemilu yang sangat dibutuhkan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang amat kompleks. Agar tidak menjadi permasalahan yang kompleks, maka KPU harus mempersiapkan sematang mungkin. Tugas dari KPU sendiri telah dijelaskan dalam Pasal 12 huruf c UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum. Bunyinya: menyusun Peraturan KPU untuk setiap tahapan pemilu.

Penulis menyinggung soal persiapan KPU di 2024 yang akan datang, memiliki dasar alasan yang ilmiah. Bukan bersifat sentimen atau cari panggung. Karena, masalah pemilu selalu menjadi sorotan yang seksi. Terlebih, ini adalah pemilu serentak dari mulai presiden-wakil preseiden, Pileg, dan berlanjut sampai pemilihan kepala dareah di tahun yang sama.

Membuka sejarah pemilu serentak, pada tahun 2019, KPU masih meniggalkan catatan yang sangat diingat masyarakat. Khususnya masalah sumber daya manusia (SDM), logistik pemilu, teknologi sistem informasi, dan penanganan data pemilih. Untuk SDM, catatan yang paling diingat oleh masyarakat adalah korban jiwa pada petugas pemilu. Banyak kasus meninggalnya petugas penyelenggara pemilu. Informasi dari Ketua KPU yang memimpin Pemilu Serentak 2019, terdapat 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas yang mengalami sakit. Ironisnya, kondisi itu disaat suhu politik lagi memanas (sengketa politik).

Mengenai logistik, Ada masalah berupa kekurangan kotak suara, kotak suara yang tertukar, bahkan kotak suara yang tidak memiliki segel. Mengenai masalah teknologi Informasi, penerapan aplikasi pemilu masih kurang dimaksimalkan selama proses perhitungan suara. Masalahnya banyak, mulai dari data yang tidak valid dan tidak singkron, selain itu terdapat data yang tidak masuk disaat waktu perhitungan suara. Kemudian, masalah penanganan data pemilih, masih ada kesalahan data dari pemilih. seperti data pemilih terdaftar ganda, warga meninggal, dan tidak terupdate pemilih yang sudah berpindah wilayah atau domisili.

Beraneka macam kesalahan yang terdapat pada pemilu 2019 yang sudah dilalui. Saatnya menjadi perbaikan kedepannya. Masalah itu penting ditangani, mulai dari profesionalisme, pendistibusian logistik pemilu, sinkronisasi data pemilih(pemuktahiran data), pengembangan teknologi penghitungan suara elektronik dan memaksimalkan SDM sebagai petugas penyelenggaraan pemilu.Tantangan lama ini harus diatasi karena KPU akan menghadapi tantangan baru di Pilkada Serentak 2024. Pilpres ini juga akan menggabungkan pemilihan presiden dan wakil presiden dengan pemilihan legislatif (DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota) namun berbeda dengan tahun 2019 Pada tahun 2024 juga akan ada pemilihan gubernur dan pemilihan walikota dan bupati. Pemilu 2024 yang akan datang, tidak menutup kemungkinan menimbulkan berbagai polemik terkait pelaksanaannya.

Resolusi Pemilu Serentak 2019 bisa menjadi list tugas KPUsebagai pelaksanaan Pemilu yang akan datang pada tahun 2024. Sebagai harapan, tidak ada lagi permasalahan di sumber daya manusia, efektivitas waktu pelaksanaan, logistik pemilu, dan daftar pemilih tetap. Truble maker yang dihadapi dari skenario Pemilu yang akan datang sangat membutuhkan antisipasi dan penanganan, dengan demikian, kesalahan dari yang sebelumnya tidak akan terulang lagi. Dan para anggota kpu mampu berskenario untuk menangani masalah baru yang belum bisa di duga-duga.

Beratnya tugas para anggota KPU di pemilu yang akan datang, penulis merekomendasikan beberapa faktor yang harus diperhatikan. yaitu, terkait penyelenggaraan, anggaran, atensi masyarakat, dan independensi ASN.

Mengenai penyelenggaraan, diperlukan persiapan yang matang, bak layaknya jika kita menonton film “perang”, tentu kita melihat personil perang dari lawan yang menang, memiliki persiapan yang matang. Begitu juga soal pemilu?. Perhatian pertama, menyoalSDM yang patut di perhatikan. Penjaringan SDM sangat perlu sebagai suksesi pemilu. Jika SDM tidak mumpuni, maka proses pemilu tidak akan maksimal.

Kemudian, Soal anggaran, kuncinya di perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjwaban. Anggaran harus sesuai dengan makna keserentakan sehingga efektif, efisian, dan akuntabel. Dan terkait atensi masyarakat, KPU harus bisa mengelola atensi pemilih ke ragam jenis pemilu. Sebelumnya, Pemilu Serentak 2019 sebelumnya membuat atensi pemilih terfokus pada pemilu presiden, dibandingkan dengan pemilu legislatif. Dan KPU harus bersosialisasi lebih maksimal lagi agar semua peserta pemilu dianggap penting!

Menyangkut independendi ASN, ini adalah gelombang rawan. ASN sebagai pusat rujukan yang masif untuk menentukan meningkatnya elektabilitas dari pasangan calon di tengah masyarakat.Beragam persoalan ini,sejatinya menjadi tantangan yang patut diatasi oleh KPU yang baru, sehingga pelaksanaan pemilu serentak yang efektif, efisien, jujur, adil, rahasia, akuntabel, serta transparan.

Untuk menggapai visi dan misi demokrasi, dalam kontek pemilu, Partisipasi masyarakat dalam jalannya tahapan pemilu juga harus diperkuat. Partisipasi masyarakat diarahkan pada peningkatan kualitas demokrasi. Indikatornya, semua kpu dari pusat, provinsi dan kabupaten saling aktif berkomunikasi untuk menjaga kesetabilan isu-isu yang dibangun.

Harapan penulis, semoga pemetaan aksi pemilu mengambil pelajaran dari kesalahan yang lama agar KPU dapat menjalankan Pesta Demokrasi 2024 dengan lancar dan demokratis. profesional. Yaitu mengedepankan prinsip-prinsip akuntabel, jujur adil dan rahasia. (xxx)