Cerita Wartawan Usai Vaksinasi Covid-19, Awalnya Takut Ternyata Tak Sakit

Minggu, 19 September 2021 | 18:43 WIB

Medan, MPOL – Meski usianya sudah 54 tahun, Abdul Cholik Lubis, salah seorang jurnalis di Sumut, khususnya Kabupaten Deli Serdang tetap eksis menjalankan profesinya. Aktif mencari berita dengan turun ke lapangan langsung.

Padahal tiga anaknya sudah menikah dan memberikan 2 cucu padanya, namun lelaki berkumis tebal ini tak ingin istirahat di rumah. Baginya pekerjaan itu ibadah dan amanah. Jika di rumah, badannya terasa sakit. Namun jika di lapangan melakukan peliputan berita, tubuhnya serasa sehat.

“Kalau di rumah makin pening kepala. Tak ada kegiatan. Lebih baik keluar, mengobrol nambah wawasan, meliput berita jadi tambah kawan,”katanya sumringah.

Pasca pandemi covid-19, lelaki parobaya ini bukannya mengurangi kegiatan. Dia tetap keluar pagi dan pulang sore, bahkan sampai malam meliput. Hingga akhirnya dia pun sempat terbaring sakit. Tapi baginya, masuk ke rumah sakit suatu hal yang mengerikan. Apalagi melihat jarum suntik, rasanya seluruh badan menggeletar tak tentu arah.
“Betul saya takut disuntik. Lebih baik makan obat ketimbang disuntik,”akunya.

Tapi untuk vaksinasi covid-19, Cholik- panggilan akrabnya memiliki alasan tersendiri. Dia menyadari tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Virus corona sudah mewabah, bahkan saudara dan tetangganya terkena serangan virus asal Wuhan, China ini. Tak urung hal ini menimbulkan was-was bagi dirinya. Berhubungan dengan banyak orang setiap hari membuat dirinya rentan tertular virus corona.

Cholik menyadari, meski selalu mengenakan masker di setiap aktifitasnya dan rajin mencuci tangan, tak cukup melindungi dirinya dari bahaya virus corona. Vaksinasi covid-19 diperlukan untuk menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit yang dibawa covid-19.

“Saya rajin ke lapangan dan berhubungan dengan banyak orang setiap hari. Saya harus jaga kesehatan dengan melakukan vaksinasi. Kenapa saya mau divaksin? Karena ini merupakan program pemerintah sebagai upaya melindungi masyarakat dari serangan covid-19. Program ini harus didukung semua lapisan masyarakat dan wartawan merupakan salah satu profesi yang rentan tertular karena tetap turun ke lapangan di tengah situasi pandemi,”katanya bijak.

Ibarat kata pepatah, sambil menyelam minum air, akhirnya saat meliput Gebyar Vaksinasi Massal Polri yang digelar Polsek Percut Sei Tuan bersama Pengurus Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI – KSPSI) Pergudangan Intan Iron di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (18/9/2021), Abdul Cholik Lubis masuk dalam daftar peserta vaksinasi.

Cholik sempat gugup, namun Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Lubis dan Ketua FSPTI – KSPSI Pergudangan Intan Iron, Indra Jaya Bawor berupaya menenangkannya sambil bercerita hal-hal lucu. Cholik membuang jauh-jauh rasa takutnya. Apalagi dia melihat 350 orang yang mengikuti Gebyar Vaksinasi Massal Polri tersebut dalam keadaan baik-baik saja.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak mendapatkan vaksin, Cholik pun divaksin.
“Awalnya saya takut, ternyata tak sakit dan sampai sekarang saya tak merasakan apapun dari dampak vaksin itu. Kata orang bawaannya lapar, ngantuk. Saya malah enggak. Setelah acara vaksinasi selesai, saya langsung ke kantor buat berita. Kebetulan juga di kantor lagi ada acara ulang tahun koran yang kelima,”ujarnya.(Rin)