Amanah Alm Ibrahim Sinik Akhirnya Terwujud, Farianda Putra Sinik Jadi Ketua PWI Sumut

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Semasa alm Abanganda Ibrahim Sinik hidup, saya termasuk dekat dengan beliau. Kawan akrabnya Alm Syahrun Isa (Suhu) Guru Besar Tako dan Bang Amru Daulay, mantan Bupati Madina. Kedua tokoh ini juga teman dekat saya. Tiga orang ini satu geng. Saya tidak masuk, tapi sering duduk bersama.
Bang Ibrahim adalah Pemimpin Umum/Penjab Hr Sinar Pembangunan yang kemudian berobah jadi Hr. Medan Pos.

Dalam tubuh PWI Sumut, Bang Ibrahim selalu duduk dalam kepengurusan, tapi tidak pernah jadi Ketua. Padahal Alm pernah duduk sebagai anggota Dewan Pers Pusat.

Seiring waktu berjalan, PWI Sumut pun terus menerus mengalami regenerasi, membuat orang-orang seusia Alm tak mungkin lagi berambisi untuk duduk di kursi ketua PWI Sumut.

Tapi ini tidak membuat Alm putus asa. Dia terus mengkader putranya Farianda untuk meneruskan cita-citanya menjadi Ketua PWI, sebagaimana amanah bagi Farianda.

Alhamdulillah, Farianda yang masih muda, bisa tumbuh menjadi orang pers yang cukup tangguh. Dia bisa memenej Hr. Medan Pos setelah Bang Ibrahim wafat. Pergaulannya juga luas, baik di kalangan warga biasa mau pun di tingkat elite. Itu pula sebabnya saat Farianda mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua PWI Sumut, istri Bg Ibrahim (Bg Ibrahim sudah lama meninggal) mendukung penuh putra kesayangannya ini maju, apalagi Alm Kakak itu juga tahu amanah tersebut, disamping dia yakin akan kemampuan putra kesayangannya itu.

Sebab saat mau maju mencalon Ketua PWI Sumut Farianda juga sudah berhasil duduk sebagai Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut. Dari sejarah pers Sumut, baru Farianda lah yang bisa menjabat Ketua PWI Sumut sekaligus sebagai Ketua SPS Sumut. Sebuah prestasi yang pantas diacungi jempol.

Saya yakin bila Alm Abanganda Ibrahim Sinik hidup, ia pasti bangga dan bahagia. Sebab Farianda selain berhasil jadi Ketua PWI sebagaimana yang dicita-citakannya, malah ditambahi Farianda dengan “bonus” sebagai Ketua SPS.

Sayang sebelum Konfercab, isteri Bg Ibrahim juga meninggal, tidak sempat melihat Farianda terpilih sebagai Ketua PWI Sumut pada Konfercab PWI Sumut Sabtu (23/10) lalu, yang diselenggarakan di Hotel Garuda Plaza.

Lantas apa yang akan dilakukan Farianda setelah berhasil jadi Ketua PWI Sumut? Jauh sebelum konfercab kami pernah duduk bersama di Merdeka Walk, dan hal itu yang saya tanyakan. Ternyata yang paling utama akan dikerjakannya adalah bagaimana cara untuk meningkatkan kesejahteraan wartawan di Sumut.

Langkah pertamanya adalah mengansuransikan semua anggota PWI yang tidak berbatas umurnya sampai usia 65 tahun saja, tapi juga mengikutsertakan anggota yang sudah “pensiun” yang jumlahnya sekarang sekitar 70 an orang.

“Mereka akan saya ikutkan Bang, kata Farianda memastikan. Dan uang pertanggungan bila meninggal cukup besar. “Setidaknya Rp 20 juta, Bang, ujar Farianda. Itupun sambung Syahrir, yang ikut dalam duduk sama itu, kami masih hitung-hitungan dengan pihak asuransi mudah-mudahan bisa lebih.
Syahrir adalah kawan dekat Farianda yang mendukung penuh Farianda untuk bisa duduk jadi Ketua PWI.

Syahrir sendiri dalam Konfercab PWI kemarin berhasil memenangkan jabatan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumut. Hebatnya perolehan suara keduanya hampir sama, selisihnya dalam bilangan saja. Mudah-mudahan apa yang diprogramkan Farianda ini bisa terwujud dalam masa kepengurusannya. Diawali dengan niat yang baik, Insha Allah akan dijabah Allah SWT. Aminnn….(xxx)