Vakum Bertahun-tahun, PBSI Sumut Gelar Pelatihan Wasit

Senin, 24 Mei 2021 | 16:48 WIB
Medan, MPOL: Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sumatera Utara menggelar pelatihan wasit tingkat provinsi yang diikuti utusan atau perwakilan dari Pengkab-Pengkot se-Sumut.
Kegiatan yang dihelat selama dua hari dari 22-23 Mei 2021 ini digelar di Aula Sudirman, Gedung PBSI Sumut, Jalan William Iskandar/Pancing, Medan. Sementara pemateri kegiatan ini langsung dari perwakilan PP PBSI, yakni Wahyana.
Pelatihan ini dibuka Ketum PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, diwakili Wakil Ketua I, Kusprianto. Turut hadir Wakil Ketua II, Hotman Kosnen, dan pengurus lainnya.
“Ini pelatihan wasit pertama yang kembali digelar di sini setelah bertahun-tahun tak pernah digelar. Bahkan kalau tak salah kegiatan seperti ini terakhir digelar 2009 silam,” ujar Kusprianto, dalam sambutannya, Sabtu (22/5/21).
“Dengan adanya kegiatan ini Sumut bisa terus mencetak wasit-wasit yang berkualitas dan handal. Sebab dengan wasit yang berkualitas dan handal, tentu didapat pertandingan yang berkualitas. Tentunya ke depannya kita harapkan wasit-wasit asal Sumut ini bisa memimpin pertandingan-pertandingan nasional hingga taraf internasional,” sambungnya.
Sementara itu Perwakilan PP PBSI yang juga menjabat sebagai Sub. Bagian Perwasitan PP PBSI, Wahyana, sangat mengapresiasi kegiatan ini setelah vakum bertahun-tahun lamanya.
“Tentu ini awal yang sangat bagus, dengan harapan ke depannya bisa digelar secara rutin dan berkesinambungan, baik itu setahun sekali ataupun dua kali setahun,” harapnya.
“Harapannya dari Pengprov PBSI Sumut ini akan muncul wasit-wasit yang handal dan semoga bisa ke level yang lebih tinggi. Mungkin ke nasional, ke badminton Asia, bahkan hingga level BWF,” harapnya lagi.
Sebab, lanjut pria yang telah banyak menjadi wasit di berbagai kejuaraan bertaraf internasional ini, di Pulau Sumatera baru ada satu wasit yang berlabel Badminton Asia Accredited yang berasal dari Palembang.
“Tentu ini sangat disayangkan, Sumatera yang sangat luas ini dan jumlah penduduk yang banyak, baru ada satu wasit dari Sumatera di tingkat Asia,” bebernya.
“Saya berharap suatu saat nanti, dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini, dengan peserta-peserta yang masih muda, dalam jangka 5 sampai 10 tahun ke depan, dari Sumut ini ada wasit (bertaraf) internasional yang muncul dari sini,” imbuhnya.
Regenerasi
Sementara Sekertaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Sumut, Edi Ruspandi, menambahkan pihaknya telah mengusulkan penataran wasit ini sudah beberapa kali ke PP PBSI.
“Alhamdulillah akhirnya sekarang baru bisa terealisasi. Tidak hanya atlet, wasit pun perlu regenerasi dan perlu kita tingkatkan,” ujarnya sembari menutup kegiatan penataran, Minggu (23/5/21) petang.
Lebih lanjut Edi Ruspandi cukup prihatin, tidak adanya satupun orang di Sumut ini yang menjadi penanggung jawab setiap turnamen bulutangkis atau sering disebut Refree.
“Kita (Sumut) sedih, Jambi saja Refree itu ada dua. Sedangkan di Sumut belum ada. Makanya kita harapkan para peserta yang muda-muda ini di masa depan ini bisa menjadi Refree,” harapnya.
“Ke depan, setelah kegiatan ini, kami dari Pengprov akan berusaha menggelar penataran atau pelatihan untuk pelatih, agar nantinya pelatih-pelatih Sumut ini memiliki lisensi,” tutupnya.
Sebagai tambahan, pelatihan wasit yang diikuti sebanyak 21 peserta dari berbagai kabupaten-kota se-Sumut ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak hingga menjalani rapid test antigen.