Sertu Andri Yanto, Dari Peralatan Sederhana, Dilarang Istri Sampai Berprestasi

Minggu, 4 Oktober 2020 | 13:27 WIB
Aceh, MPOL : Lika-liku anggota TNI, Sertu Andri Yanto menekuni olahraga binaraga cukup menarik. Pria kelahiran Madiun Jawa Timur, 16 Oktober 1979 ini memulai latihan binaraga dengan peralatan sangat sederhana.
     ”Saya masih ingat pertama kali latihan binaraga saat ditugaskan dari Yonif 527/BY Lumajang Jawa Timur dalam operasi militer di Ambon, Maluku tahun 2000. Saat itu, saya menggunakan peralatan besi bekas yang dilas dan bebannya pun dari coran semen,” cerita Andri Yanto saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (3/10/2020).
     Ketertarikan terhadap olahraga binaraga yang mengedepankan disiplin ini membuat Andri Yanto yang memiliki nama panggung Andre Marta tetap meneruskan latihan. Bahkan, dia tetap nekad menjalaninya meski ditentang istrinya, Fitrihati S.Pd dengan alasan kebutuhan ekonomi yang tidak mencukupi.
     “Saya cukup maklum istri menentang karena memang menjadi binaragwan itu membutuhkan suplemen yang bagus dan harganya pun cukup mahal. Makanya, saya terpaksa nyambi jadi guru fitness di gym untuk menutupinya,” katanya lagi.
     Perjuangan Andri Yanto yang bertugas di Kodim 0103/Aut Aceh Utara memang cukup berat tatkala minimnya perhatian Pengprov PABBSI Aceh terhadap olahraga binaraga. Bahkan, dia sempat memperkuat Bengkulu sebelum kembali lagi memperkuat Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.
     ‘Kepindahan saya ke Bengkulu itu cukup berkah. Terus terang, prestasi saya berkembang pesat setelah menjalani latihan di Bengkulu di bawah asuhan pak Irwan Alwi yang kini menjadi Ketua Umum PP PBFI,” ungkapnya.
Dengan kemauan keras serta disiplin yang tinggi, Andri Yanto akirnya mampu meraih medali emas kelas 75kg sekaligus gelar Best of The Best pada Kejuaraan Binaraga TNI/Polri se-Indonesia memperebutkan Piala Danpaspamres 2014.
     “Sejak menjadi juara pada Kejuaraan Binaraga TNI/Polri itu, saya sudah tidak dilarang lagi. Bahkan, istri mendukung penuh saya untuk menjalani latihan dalam upaya meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujar Andri sembari menyebut dukungan lain juga didapatkannya dari Dandim 0103, Letkol Arm Oke Kristianto. .
     Kini, pengidola binaragawan dunia Hadi Copan ini fokus menjalani latihan persiapan untuk tampil mewakili Kontingen Aceh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 sekaligus untuk bisa mendapatkan kepercayaan memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games Hanoi, Vietnam 2021.
     “Saya ingin merebut emas di PON Papua 2021 sekaligus meraih tiket ke Hanoi, VIetnam 2021. Kalau itu bisa terwujud, saya akan berusaha keras  mengibarkan Merah Putih di sana nanti,” tegasnya.
     Berbicara masalah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang menyediakan tempat fitness di Kodam dan berbagai Kesatuan, Andri Yanto mengaku bangga dan memotivasinya untuk mewujudkan targetnya di tahun 2021.
     “Saya sangat bangga dengan bapak KASAD menjadi ikon olahraga olah tubuh di Indonesia. Besar harapan saya suatu saat olahraga binaraga bisa dipertandingkan di lingkup TNI POLRI se-Indonesia memperebutkan Piala KASAD ataupun Panglima TNI,” harapnya.