“Selamatkan PSMS Medan,” Pertanyakan Kerja Mulyadi Sebagai Manajer PSMS

Jumat, 28 Mei 2021 | 14:06 WIB

Medan, MPOL: Saya sebagai pecinta sepak bola Medan mempertanyakan kinerja Mulyadi sebagai Manajer PSMS.

Kita tahu semenjak Mulyadi jadi Manajer PSMS tidak ada prestasi PSMS. Sudah  2 musim PSMS dipegang Mulyadi hanya bisa bertahan di liga 2.

Dengan nama besar dan prestasi masa lalu PSMS harusnya berada di liga 1. Apalagi dengan komposisi pemain PSMS saat ini yang tidak memiliki pemain dengan nama besar, mimpi masyarakat Medan untuk PSMS main di liga 1 hanya sebuah angan-angan saja.

Banyak persiapan klub-klub liga 2 yang sangat baik. Banyak klub liga 2 dengan komposisi bematerikan pemain dengan nama besar. Jadi dengan komposisi pemain saat ini agak sulit PSMS Medan bisa bersaing di liga 2. Jadi jelas Mulyadi sebagai Manajer PSMS tidak mampu membangun klub untuk bersaing di liga 2 demi promosi ke liga 1.

Demi menyelamatkan PSMS, Mulyadi harus diganti, agar beliau fokus jadi Kadis Perikanan Kelautan.

Karena Mulyadi rangkap jabatan sebagai Manajer PSMS banyak mengurus sepak bola dari pada fungsi dia sebagai Kadis Perikanan Kelautan. Banyak nelayan dan masyarakat pesisir yang terabaikan kesejahteraannya karena Mulyadi sebagai Kadis lebih fokus mengurusi PSMS Medan.

Dan banyak program-program untuk kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir yang tidak jalan.

Sebagai provinsi yang memiliki garis pantai terluas di Indonesia, harusnya mulyadi sebagai kadis mempunyai jiwa profesional dan fokus dalam membangun kawasan wilayah pesisir. Sehingga nelayan dan masyarakat pesisir bisa sejahtera.

Lebih baik Mulyadi fokus sebagai Kadis supaya nelayan dan masyarakat pesisir tidak terabaikan. Kasihan para nelayan yang terabaikan kesejahteraannya karena Kadisnya lebih fokus mengurusi PSMS.

Dengan rangkap jabatan juga tidak membuat prestasi PSMS lebih baik, 2 musim Mulyadi memegang jabatan Manajer, prestasi PSMS juga tidak baik.

Manager PSMS harus dijabat orang yang profesional, paham sepak bola dan punya waktu untuk PSMS.