Rekor ASEAN Para Games Warnai 7 Emas Kontingen Sumut di Hari Pertama Peparnas Papua

Minggu, 7 November 2021 | 09:14 WIB

Jayapura, MPOL : Cabang atletik Sumatera Utara menorehkan prestasi fantastis pada hari pertama pertandingan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021/XVI yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (6/11/2021).

 

Total Sumatera Utara sudah mendulang 7 emas, 5 perak, dan 1 perunggu. Enam emas disumbangkan melalui Anini Trisea Yunanda di nomor Tolak Peluru F56 putri. Emas kedua melalui Reza Pramana Perangin-angin, juga di Tolak Peluru F44 putra.

 

Kemudian Nina Gusmita di nomor kursi roda 400 meter putri, Riadi Saputra Lempar Cakram F55 putra, Juliantik Tolak Peluru F55 putri, dan Reza Surya Amri Lompat Tinggi F47 putra. Serta emas terakhir melalui Eva Lamria Sihombing di tolak peluru F42 putra.

 

Sedangkan medali perak melalui Evy Yunita Pohan di nomor kursi roda 400 meter putri, Yuddi Ana Tolak Peluru F57 putri, Nurmala di  lempar lembing F44 putri, Marta Tambunan di nomor lompat jauh T11 putri, dan Muhammar Habibila Lompat Jauh di T13 putra. Serta satu perunggu diraih Eva Lamria Sihombing di Lempar Lembing F42 putri.

 

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, mengungkapkan, raihan tujuh emas di hari pertama menjadi pencapaian luar biasa, karena sejumlah atlet Sumut sukses membuat kejutan. Seperti Reza Pramana Perangin-angin yang sukses memecahkan rekor Asean Para Games 2017 Malaysia.

 

“Kita sangat apresiasi pencapaian atlet atletik di hari pertama ini karena ada beberapa nomor yang buat kejutan. Seperti Reza dan Anini yang bisa memberikan medali emas di Peparnas perdana,” ucap Alan.

 

Rekor ASEAN Para Games

 

Prestasi gemilang diukir Reza Pramana Perangin-angin. Selain sukses meraih medali emas, Reza juga memecahkan rekor Asean Para Games 2017 Malaysia dengan tolakan sejauh 11,36 meter.

 

Pesaingnya Rohim dari Jawa Barat harus puas meraih perak dengan catatan lemparan 10,69 meter. Serta perunggu diraih Faujiansyah dari Kalimantan Selatan dengan 10,55 meter.

 

Atlet berusia 25 tahun ini bersyukur bisa mewujudkan target emas di Peparnas perdananya. Meski sempat mengalami cidera jelang perlombaan, namun semangat tinggi untuk meraih kemenangan mampu ia kendalikan.

 

“Sebenarnya kurang puas ya. Karena best personal saya 11,60 meter. Tapi, harus disyukuri karena kondisi lutut kaki juga sempat cidera. Bersyukur sih bang akhirnya bisa emas di Peparnas perdana,” ujar Reza.

 

Sementara peraih medali emas lainnya, Anini Trisea Yunanda juga bersyukur akhirnya menyabet emas perdana di ajang Peparnas. Mantan atlet karateka ini bahkan mampu memecahkan catatan tolakan atas namanya sendiri sejauh 6,53 meter.

 

“Harapannya bisa lebih baik dari hari ini. Saya sebenarnya ingin bisa sampai ke Pelatnas. Karena dari dulu cita-cita saya, ya tampil di event internasional. Tapi itu juga tidak gampang karena harus memulai dari nol,” ujarnya.

 

Kontingen Sumut masih berpeluang menambah pundi-pundi medali di cabang atletik. Seperti nomor sprint putra- putri, lempar lembing, cakram, tolak peluru dan lompat jauh. **