Pemko Siapkan Anggaran Venue PON 2024

Medan, MPOL : Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE, MM menyatakan Pemerintah Kota (Pemko) siap mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olaraga di kota ini dimassa Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. “Meski Pandemi Corona masih merebak, Pemko Medan melalui jajaran yang ada senantisa melakukan sosialisasi baik ke masyarakat umum maupun atlet agar senantiasa menerapkan Protokol Kesehatan dengan menjalankan pola mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan termasuk tempat-tenpat latihan atlet.

Hal itu dikatakan Wali Kota Medan dalam kata sambutannya ketika membuka Rapat Anggota KONI Kota Medan 2021 di Hotel Grand Kanaya Medan, Sabtu (7/5) sore.

Lanjutnya lagi, terkait prestasi atlet Kota Medan dalam mendukung kontingen Sumut disetiap multi event mencapai 65-70 persen. Karena itu, kami Pemko Medan tentunya mensupport, untuk kegiatan-kegiatan yang tentunya mengharumkan nama Kota Medan baik di kancah nasional maupun internasional,” sebut Bobby Nasution.

Bahkan satu minggu lalu  sebut Bobby dirinya  bertemu Gubsu  sekaligus memberanikan diri mengutarakan keingingan pada PON 2024. Bahwa Sumut menjadi tuan rumah PON 2024 dan Medan adalah ibukota Sumatera Utara, izinkan Medan menjadi lokasi venue cabang olahraga PON 2024. Dan Pak Gubernur menanyakan kesiapan Medan dalam cabor apa saja. Oleh karena itu, di kesempatan ini saya sampaikan hal ini perlu kita diskusikan, dan juga perlu dibahas dalam rapat anggota ini,” paparnya lagi.

Wali Kota menyebut, pada pertemuan dengan Gubsu tersebut juga disampaikan, bahwa karena telah menjadi komitmen Pemko, maka dia memastikan akan mencanangkannya di anggaran 2022. “Untuk membangun venue cabor PON 2024 yang nanti ditetapkan,” sambungnya.

“Ini yang saya sampaikan langsung kepada Pak Gubernur, dan sekarang saya sampaikan di sini. Sebagai wujud  komitmen Kota Medan dalam memajukan olahraga, menjadikan Medan Kota Atlet. Kenapa saya berani menganggarkan dana untuk membangun venue. Karena efek dominonya sangat tinggi, jika salah satu kota atau provinsi menjadi lokasi venue olahraga,” ungkap Wali Kota sembari menambahkan jika Medan menjadi venue, imbasnya akan luar biasa, baik imbas perekonomian dan imbas geliat olahraga hingga ke tingkat lingkungan.

“Seperti yang disampaikan Ketua Umum KONI Sumut tadi, apa yang diperlukan KONI Kota Medan mulai dari pengganggaran dan segala macam, kami sudah siap dan sudah ada,” tuturnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menyebut, KONI Sumut saat ini mempersiapkan banyak program. Khusus persiapan mengikuti PON Papua, di mana dari 200 atlet yang dibawa ke PON Papua, 70 persen adalah atlet Medan. Disamping itu Sumut juga mempersiapkan  tuan rumah PON 2024 bersama Aceh, yang Pelatda jangka  panjangnya sudah dimulai Juli

Sementara Ketua Umum KONI Medan Drs Eddy H Sibarani mengatakan rapat punya tiga agenda, yakni evaluasi, menyusu program 2022, dan hal-hal lain termasuk sukseskan PON Papua serta PON 2024 di Sumut Aceh.

“Saat ini Kota Medan memiliki 600 atlet binaan, dan PON 2024 berlangsung di Sumut-Aceh. Sebagai ibu kota provinsi, sudah sepantasnya Kota Medan lebih banyak berbuat,” ujar Eddy Sibarani. Selama ini, katanya,  atlet-atlet Kota Medan mendominasi 60-70 persen kontingen Sumut. Begitu juga sumbangan medali emas, di mana kontribusi atlet Medan untuk kontingen Sumut juga mencapai 70 persen.

“Sebagai mana disampaikan KONI Sumut, jika kita mengisi semua nomor lomba di PON 2024, maka kita harus mempersiapkan hingga 1.500 atlet. Dengan formasi 70 persen dominasi atlet Kota Medan tadi, maka paling tidak kita harus mempersiapkan 1.000 atlet untuk PON 2024. Kami yakin Pemko Medan dibawah kepemimpinan Pak Bobby dan Pak Aulia Rahman mendukung olahraga di Kota Medan,” harap Ketua Umum KONI Kota Medan.

Rapat Anggota KONI Kota Medan 2024 diikuti 46 Pengcab/Pengkot olahraga, dan 21 Koordinator KONI Kecamatan. Selain evaluasi dan menyusun rencana program, Rapat Anggota 2024 juga menyetujui menerima 5 anggota baru yakni Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Pabersi (Angkat Berat), PBFI (Binaraga Fitnes), Kick Boxing Indonesia (KBI) dan ESI (ESport).