Gubsu Serius Perhatikan Kebutuhan Atlet

PABERSI Sumut Periode 2020 – 2024 Dilantik

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 17:40 WIB
Medan, MPOL :  Puluhan lifter putra/putri mengikuti kejuaraan angkat berat tingkat Provinsi Sumatera Utara, yang mulai berlangsung 9 hingga 12 Oktober 2020, di Gedung Olahraga, Medan Helvetia. Kejuaraan angkat berat ini adalah yang pertama kali digelar di Indonesia, setelah kepengurusan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) resmi berdiri sendiri sejak September lalu.
     Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, saat menghadiri pembukaan kejurda, mengapresiasi semangat dan kerja keras pengurus yang sukses melaksanakan kejurda dan pelantikan meski dalam suasana Covid -19. Meski dengan keterbatasan dan sengketa gedung olahraga, kejurda dapat terlaksana dengan baik.
     “Ada kegiatan pembangunan seluruh cabor di sport center. Di situ ada angkat berat dan angkat besi. 75 tahun Indonesia merdeka, penyumbang medali emas Indonesia salah satunya dari cabor angkat berat,” ucap Gubsu, Sabtu (10/10/2020).
     Edy bahkan serius memperhatikan yang menjadi kebutuhan atlet, termasuk gedung olahraga yang baik. Begitupun, keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi lifter Sumut meraih prestasi terbaik. “Kemenangan itu tidak sepenuhnya infrastruktur yang mendukung, tetapi 70 persen kemenangan diraih oleh orang yang memiliki keyakinan dan moril yang tinggi. Saya apresiasi atlet dengan kondisi seperti ini mereka sangat tegar. Ini akan kita perhatikan semua,” tegas Edy.
     Sementara Ketua PABERSI Sumut Hermansyah Damai Hutagalung, pengurus berkomitmen siap mencetak atlet – atlet angkat berat Sumut berprestasi, terutama atlet muda dari kabupaten dan kota, baik di kancah nasional maupun internasional. Bagi Hermansyah prestasi atlet dan majunya roda organisasi PABERSI Sumut lebih diutamakan ketimbang kepentingan pengurus.
     “Warna pengurus PABERSI Sumut adalah kita utamakan atlet, bukan pengurus. Atlet nomor satu. Biar atlet yang nampak. Karena kami berkomitmen mengurusi olahraga yang terpenting adalah atlet bisa meraih prestasi setinggi – tingginya,” ucap Hermansyah.
     Sebagai salah satu bentuk komitmen sekaligus keseriusan pengurus, pada PON 2021 Papua, Sumut targetkan 3 emas bisa dibawa pulang melalui cabor angkat berat. “Tadi sudah kami bahas, kita targetkan tiga emas di PON Papua. Mudah – mudahan bisa terwujud”, ujar Hermansyah.
     Kejurda angkat berat diikuti 80 lifter putra/putri terbaik dari 15 Pengcab PABERSI Se Sumut. Kejurda mempertandingkan 12 kelas. Kategori putra pertandingkan kelas 59 kg, 66 kg, 74 kg, 83 kg, 93 kg, 93+ kg. Sedangkan putri di kelas 47 kg, 52 kg, 57 kg, 63 kg, 69 kg, 69+ kg. Kejurda juga dimeriahkan dengan perlombaan tarik tambang dan balik ban yang memperebutkan trofi Ketua DPC PERADI Medan Charles JN Silalahi.
RESMI DILANTIK
Kejurda angkat berat juga dirangkai dengan pelantikan Pengprov PABERSI Sumut periode 2020 -2024. Usai pelantikan ketua PB PABERSI Anna Maria, berpesan kepada pengurus yang baru dilantik bisa membawa prestasi angkat berat di kejuaraan nasional lebih baik. Ke depan, yang menjadi tantangan bagi PABERSI Sumut adalah membina atlet muda yang menjadi harapan bagi provinsi bahkan negara untuk tampil di berbagai event nasional maupun internasional.
     “Saya yakin dengan kepengurusan saat ini bahwa di bawah kepemimpinan Hermansyah, PABERSI Sumut bisa melahirkan atlet berprestasi. Butuh kerja keras, keseriusan dan pengorbanan ikhlas dalam menjalankan roda organisasi. Saya yakin dengan niat dan kemauan yang kuat mereka adalah kepengurusan yang luar biasa bagi atlet – atlet yang luar biasa”, kata Anna.
     Terkait rencana Sumut menjadi tuan rumah kejuaraan angkat berat tingkat Asia pada 2021, Anna sangat mendukung penuh. Apalagi dengan kejurda perdana ini menjadi kesempatan bagi Sumut bisa membuktikan kepada PABERSI pusat siap sebagai pelaksana event yang baik. Begitupun, terkait kejuaraan Asia, akan dibahas lebih matang terkait ketersediaan venue hingga SDM kepanitiaan. ” Nanti terkait rencana tuan rumah kejuaraan Asia, akan kita bahas dulu venue nya. Tapi, saya yakin dengan semangat seperti ini PABERSI Sumut pasti bisa”, yakinnya.
     Sementara Pembina PB PABERSI Hinca Panjaitan, dalam menjalankan kepengurusan olahraga harus didukung aspek lain seperti culture (budaya) dan entertainment (seni). Olahraga tanpa didukung aspek budaya maka akan kehilangan roh sesungguhnya.
     “PB PABERSI memulai perpaduan tiga unsur itu melalui kejurda di Sumut. Karena olahraga angkat berat ini cepat sekali hanya 60 detik, tapi mendebarkan. Kalau tidak dikelola dengan budaya dan entertainment, dia hilang begitu saja. Makanya jika dipadu ketiganya akan sangat luar biasa, apalagi Sumut budayanya luar biasa sekali,” kata kader Demokrat ini.
     Lebih lanjut Hinca mengatakan, tugas ke depan PABERSI Sumut tidak hanya bisa mengangkat prestasi angkat berat di kejuaraan nasional maupun internasional, melainkan bisa mengangkat budaya Sumut melalui olahraga. Termasuk tugas ke depan adalah memperkenalkan angkat berat ke jenjang pendidikan mulai tingkat dasar hingga SMA/sederajat.
     “Tugas penting PABERSI Sumut adalah memperkenalkan cabor ini kepada pelajar di Sumut. Makanya, ke depan saya ingin mereka (atlet) ini bisa menjadi duta wisata yang ada di 33 kabupaten/ kota,” ucapnya.
     Di satu sisi, Hinca optimis keinginan PABERSI Sumut memiliki venue dan peralatan yang standart, juga mendapat dukungan langsung oleh Gubsu Edy Rahmayadi. Sebagai pembina, dirinya bersama PB PABERSI berkomitmen memenuhi kebutuhan atlet selama latihan. “Kita juga apresiasi pak Gubernur yang sangat apresiasi terhadap semangat pengurus. Saya yakin, pak Gubsu akan merealisasikan itu,” yakin Hinca.
     Adapun kepengurusan harian PABERSI Sumut periode 2020 – 2024, Hermansyah Hutagalung (Ketua), Riko Goncalwes Sirait (Sekretaris), M Samsir sebagai Bendahara dan dibantu bidang-bidang lainnya.