Menpora: Sumut Sport Centre Jadi Ikon Baru

Jumat, 20 November 2020 | 21:22 WIB
Medan, MPOL :  Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali menegaskan dalam beberapa tahun ke depan, Sumatera Utara bakal memiliki ikon baru sebagai kebanggaan masyarakatnya, yaitu kawasan olahraga terpadu atau Sumut Sport Center yang bakal berdiri di area seluas 300 hektar di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Sampaikan kepada masyarakat Sumatera Utara bahwa ada ikon baru dari Sumut yang menjadi kebanggaan Sumut yakni ‘Sumut Sport Center’,” ucap Menpora saat meninjau langsung proses pembangunan kawasan Sumut Sport Center, Jumat (20/11/2020) sore.
Dikatakan Zainudin, keberadaan Sumut Sport Center tidak hanya menjadi arena pelaksanaan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, tapi sekaligus diharapkan bisa menjadi arena pelaksanaan kejuaraan olahraga bertaraf internasional baik single event maupun multi event.
Zainudin berpesan kepada pemerintah daerah agar proyek pembangunan kawasan sport center didesain sesuai dengan standart internasional dan dikonsultasikan dengan federasi internasional untuk setiap cabang olahraga.
“Ini tidak hanya ditujukkan untuk menjadi tuan rumah PON, tetapi dia menjadi tuan rumah event-event internasional. Karena itu saya sangat sependapat ini didesain sesuai dengan standart internasional. Semua venue harus dikonsultasikan dengan federasi internasionalnya, sehingga ktia tidak kesusahan begitu ditunjuk menjadi tuan rumah event internasional,” pinta Menpora.
Menpora juga mengingatkan sejak awal agar fungsi dari kawasan sport center ini tidak hanya dibangun sarana olahraga saja, melainkan fasilitas untuk industri atu kawasan tourism. Menpora berharap Sumut harus belajar dari daerah lain yang begitu PON selesai dilaksanakan, satu hal yang menjadi problem adalah tidak adanya perawatan fasilitas yang sudah dibiayai negara hingga triliunan rupiah, baik dari APBD maupun APBN.
“Pembiayaan ini mahal sehingga daerah harus ada inovasi atau kreasi untuk membiayai itu supaya tetap hidup. Di beberapa tempat bahkan terlantarnya fasilitas-fasilitas olahraga baik venue atau penginapan atlet yang sebelumnya digunakan itu menjadi beban daerah. Makanya supaya ini dipersiapkan sejak awal,” harap Zainudin.
Zainudin juga mengapresiasi pemerintah Sumut yang ternyata sudah mendesain kawasan sport center tidak hanya sebagai pusat aktivitas olahraga saja. Menpora mendukung penuh rencana pembangunan kawasan untuk zona penunjang dan komersil seperti pembangunan rumah sakit, pusat perbelanjaan, wahana bermain, Sekolah keolahragaan, yang turut menghasilkan devisa bagi negara.
“Alhamdulillah, area sport center ini didampingi area yang bisa menjadi subsidi, kemudian juga ada area lainnya ada rumah sakit internasional. Saya senang dan apresiasi karena sebagian besar yang datang di rumah sakit negara tetangga itu adalah masyarakat dari Sumut dan Aceh. Dengan begitu, tentu devisa kita tidak berkurang, malah kita akan mendapatkan devisa,” ujar Menpora.
“Ini memang harus didesain dari awal dan bagaimana pemeliharaannya. Sebab, semangat kita menuju event itu luar besar. Tetapi setelah itu dia terlantar. Nah, 300 hektar ini bukan areal yang kecil. Area di GBK itu Cuma 120-an hektar. Kemudian ada di tempat-tempat lain dia terpisah,” tambahnya.
Zainuddin berharap keberadaan sport center di Sumut nantinya mendukung naitan baik pemerintah untuk menjadi tuan rumah pelaksana ajang Olimpiade 2032. Bukan tidak mungkin dikatakan Zainudin kawasan Sumut sport center bisa menjadi pilihan jika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah.
“Apalagi Pak Presiden Joko Widodo beri arahan kepada kami dan ketua Komite Olimpiade agar kita mempersiapkan bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Nah, kita pasti akan melihat fasilitas mana yang paling legnkap karena dari IOC itu sebisa mungkin kita tidak membangun baru. Kalau ini 2024 insya Allah ada semua, bisa jadi menjadi pilihan, tetapi arahan pak presiden kepada saya menarik sebanyak mungkin event internasional baik itu single event maupun multi event. Kesuksesan kita menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games dan Asian para Games itu juga menjadi bukti diakui negara-negara lain,” jelas Menpora.
Sebelumnya Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan, pembangunan kawasan Sumut Sport center tidak bisa sepenuhnya mengandalkan APBD dan APBN, namun butuh dukungan dari investor. Terutama mendukung pembangunan venue-venue cabang olahraga yang membutuhkan anggaran fantastis.
“Mudah-mudahan dengan adanya SK penetapan tuan rumah PON 2024 yang telah diserahkan oleh Pak Menpora, bisa menjadi semangat bagi pemerintah Sumut dan Aceh menyiapkan semuanya dengan cepat dan maksimal. Kita butuh dukungan dari semua pihak termasuk para investor untuk membantu dalam pembangunan venue di kawasan Sumut Sport Center,” ujar Wagubsu.
PEMBANGUNAN VENUE MULAI 2021
Sementara Plt Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, menjelaskan kawasan Sumut sport center terbagi atas zona olahraga, penunjang, dan komersil (bisnis). Zona olahraga akan dibangun setidaknya 36 venue cabang olahraga berstandar internasional yang bakal digunakan sebagai tuan rumah PON 2024.
Sedangkan zona penunjang akan dibangun sarana amplitheatre, masjid, S
Sekolah keolahragaan, dan wahana bermain. Sedangkan zona komersil akan dibangun hotel, rumah sakit, convention hall, exhibition, dan pusat perbelanjaan.
“Ini bakal menjadi Ikon baru Sumatera Utara setelah kawasan wisata seperti Danau toba, kawasan Bahorok, dan Tanah Karo. Maka kita berharap ini didukung semua elemen masyarakat dan pemerintah,” kata Baharuddin.
Pihaknya juga tidak mengkhawatirkan usai pelaksanaan PON 2024 kawasan itu mati suri, sebab dengan adanya zona penunjang dan komersil mendukung kawasan sport center tetap hidup seperti ‘Kota baru’. Apalagi kawasan ini sangat strategis. Selain merupakan jalan lintas menuju bandara Internasional Kualanamu, juga wilayah Sumut sangat dekat dengan negara jiran seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan sejumlah negara ASEAN. Ini juga memudahkan Sumut gampang menjadi tuan rumah pelaksana kejuaraan internasional.
“Ini menjadi kawasan strategis yang bisa kita jual untuk dunia luar, apalagi negara-negara ASEAN. Kita kuga berencana bangun Badan layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai badan pengelola Pendapatan Asli Daerah di kawasan ini. Nanti hasilnya untuk mendukung pemeliharaan venue – venue olahraga,” optimis Baharuddin.
Di satu sisi, dengan adanya kawasan sport centre juga menghidupkan kembali UKM-UKM yang terdampak akibat pandemi Covid -19. Terutama bagi masyarakat yang berada dekat dengan kawasan sport center.
Sebelumnya, pemerintah provinsi Sumut telah melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan kawasan Sumut sport center pada 14 Agustus 2020. Saat ini, proses pengerjaan masih fokus pada pembangunan gapura, sekurity, dan ruangan pusat informasi. Sedangkan mulai Januari 2021, baru akan dimulai pembangunan tiga venue yakni Martial Art (bela diri), Stadion Madya Athletik, dan GOR Volly Ball di kawasan seluas 7 hektar.
Sedangkan total 300 hektar kawasan sport center terbagi atas dua bagian yakni 200 hektar lebih untuk pembangunan arena venue, Equestrian Arena, dan wisma atlet yang menyediakan 3.000 kamar. Sedangkan 99 hektar lebih untuk kawasan komersil. Sedangkan untuk desain Sumut sport centre di desain seperti pohon kelapa sawit yang menjadi komoditi terluas di wilayah Sumut. Menariknya, untuk setiap gedung venue cabang olahraga berornamenkan etnis suku yang ada di Sumut.
Selain itu nantinya juga dibangun fasilitas transportasi kereta LRT sejauh 4 kilometer yang menghubungkan kawasan sport center menuju Bandara Internasional Kualanamu. Sejumlah venue cabang olahraga juga akan dibangun megah dan berstandart internasional. Seperti Stadion Utama berkapasitas 75 ribu penonton, lintasan akuatik berkapasitas 3.000 penonton, stadion atletik berkapasitas 2.600 penonton, dan Gedung Istora berkapasitas 5.000 penonton. Termasuk lintasan road race (balapan) sejauh 3,6 kilometer. Total pembangunan Sumut sport center bakal menghabiskan anggaran mencapai Rp. 8 triliun lebih dan ditargetkan rampung pada akhir 2023.
Turut hadir mendampingi Menpora diantaranya Anggota DPR RI Lamhot Sinaga, Lodewijk F Paulus, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Perwakilan Bupati Deli Serdang, PTPN II, dan Dispora Sumut. **