Luwigita Susilo: Covid-19 dan Bulan Puasa Adalah Ujian Dalam Berlatih

Sabtu, 16 Mei 2020 | 05:01 WIB

Medan, MPOL: Kiprah atlet angkat berat putri Sumut yang satu ini boleh dikatakan tengah bersinar. Di usia yang boleh dikatakan masih belia, dirinya mampu menempatkan diri sebagai salah satu lifter andalan massa depan di Sumatera Utara.

Pemilik nama lengkap Luwi Gita Susilo adalah atlet muda yang memulai petualangan di dunia angkat berat Kota Medan.  Dengan keseharian sebagai mahasiswi di FIK Unimed, Dara muda ini rutin menggeluti cabang olahraga angkat berat sejak usia 14 tahun dan duduk dibangku kelas 3 SMP.

“Sejak SMP saya mengenal angkat berat dan berlatih dengan diantar orang tua,”tutur Luwi saat ditemui berlatih di Gor Pabbsi Sumut,”Jumat (15/5/2020) sore.

Diuraikannya, selama berlatih, kedua orang tua cukup mensuport dan senantiasa mendoakan perjalanan karir saya sebagai atlet. Dan diperjalanan tersebut kedua orang tua selalu memberikan motivasi untuk meyakinkan semangat dan kerja keras saya,”ungkapnya.

Dan seiring perjalanan menjadi atlet, sejumlah prestasi sukses diukir putri pasangan Andiko Susilo dan Erma Dani untuk tingkat Kota Medan dan Sumut ini. “Ada banyak prestasi yang sudah saya hasilkan dari event-event yang diikuti.”Dan itu semua berkat doa dan suport dari kedua orang tua, keluarga dan semua orang yang respek dengan perjuangan saya,”tuturnya merendah.

Lanjutnya lagi, olahraga yang ditekuninya ini merupakan cabang yang penuh tantangan dan membutuhkan tenaga yang besar. Dimana jika kita setengah-setengah dalam berlatih maka hasilnya tidak akan maksimal. Disamping itu juga masalah cedera juga terkadang selalu menghantui jika kita tidak benar-banar dan fokus berlatih.

“Intinya semua hal yang dilakukan selama lebih kurang berlatih adalah serius dan maksimal dalam menerima program latihan yang dijalani setiap hari,”pungkasnya.

Di massa pandemi Covid-19 ini dirinya tetap melaksanakan latihan rutin sembari menjaga jarak. “Bagi saya latihan selama massa pandemi ini merupakan satu tantangan yang harus dihadapi. “Artinya dalam posisi ini kita harus menghadapi setiap kemungkinan dan intinya harus dihadapi dengan kewaspadaan. “Disamping itu juga, selain tantangan menghadapi wabah corona, bulan puasa memiliki makna tersendiri dalam berlatih.”Intinya ibadah dibarengi dengan tanggung jawab berlatih adalah satu kesatuan yang harus dijalani secara beriringan,”pungkasnya. **