Gubsu Ajak Wartawan Sosialisasikan Prokes dan Ketahanan Pangan

Jumat, 30 Oktober 2020 | 21:07 WIB

Medan, MPOL : Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dihadapan w menghimbau bupati dan walikota dimasing-masing kabupaten dan kota yang daerahnya masuk dalam radar orange untuk senantiasa dapat bekerjasama melakukan sosialisasi guna menekan angka penyebaran Covid-19.

Dari data yang kita terima dari tim Gugus Covid-19  terdapat delapan daerah di Sumut yang masuk zona orange. Artinya hal ini harus disikapi serius masing-masing kepala daerah untuk turun berjibaku bersama jajaran melakukan sosialiasi langsung ke masyarakat melalui cara menempatkan program-program protokol kesehatan ditengah-tengah masyarakat.”Program 3 M (Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak dan Memakai Masker) harus terus menerus kita sosialisasikan ke masyarakat dari tingkat Kab/Kota hingga ke lingkungan tempat tinggal warga.”Intinya kita tidak boleh bosan memberikan arahan-arahan tentang pentingnya menjaga kebersihan ditengah massa pandemi Covid-19 ini,”ucap Gubsu saat menggelar pertemuan  dihadapan wartawan yang bertugas di sejumlah pos kerja seperti Kantor Gubsu, Olahraga, kesehatan, kepolisian dan lainnya di posko Satuan Tugas Penanganan Covid (Rumdis Gubsu) Jalan Sudirman beberapa hari lalu.

Dikesempatan tersebut Edy  turut mengajak seluruh rekan wartawan untuk membantu pemerintah dalam hal menyampaikan berita yang tepat dan akurat terkait penanganan covid. “Saya ajak rekan-rekan wartawan dan seluruh media membangun pemberitaan yang positif ditengah badai Pandemi Covid ini.”Juga soal ketahanan pangan, mari kita ajak kepala daerah di Kab/Kota untuk terus meningkatkan kualiatas baik di bidang pertanian, perkebunan dan hasil bumi lainnya untuk menjaga kestabilan pangan di Sumatera Utara,”tutur Edy Rahmayadi.

Sementara itu dari data nasional , 54 kabupaten/kota yang selama 10 Minggu berturut-turut berada dalam zona oranye. Kondisi itu artinya, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Harusnya daerah-daerah yang tidak berubah kondisinya selama 10 Minggu berturut-turut itu, belajar untuk meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Wiku dari Tim Satgas Gugus Covid, memaparkan  satu per satu kabupaten/kota yang tidak berubah zonasi risikonya.

Yakni, Aceh Tengah, Asahan, Karo, Kota Pematang Siantar, Labuhan Batu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Toba Samosir,  Banyuasin, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Solok, Bintan, Bogor, Demak, Grobogan, Kota Magelang, Purworejo, Sragen, Blitar, Jember, Jombang, Pandeglang, Bantul, Yogyakarta, Kulonprogo, Lombok Barat, Bulungan, Paser, Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Kota Banjarbaru, Tanah Bumbu, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Minahasa Selatan, Gowa, Luwu Utara, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Sinjai, Buton, Buton Tengah, Kota Bau Bau, Mamuju, Gorontalo Utara, Halmahera Utara, Kota Ternate dan Keerom.

“Sepuluh minggu bukanlah waktu yang sebentar. Untuk itu kepada bupati dan walikota ini dibantu gubernurnya, untuk bisa memperbaiki kondisi di wilayahnya. Kami menunggu kepada 54 kabupaten/kota ini untuk bisa berpindah ke zona kuning,” pesan Wiku.

Selain itu, dari data peta zonasi risiko per 25 Oktober 2020, jumlah zona merah tercatat ada 20 kabupaten/kota, zona oranye 360 kabupaten/kota, zona kuning 115 kabupaten/kota dan zona hijau ada 19 kabupaten/kota.