Dukung Program Ketum PP PBSI, Pengprov PBSI Sumut Harapkan Pengembangan di Daerah

Kamis, 26 November 2020 | 20:04 WIB
Medan, MPOL : Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna, telah sah memimpin organisasi olahraga bulutangkis atau PP PBSI dalam Munas yang digelar 5-6 November 2020 lalu.
Agung terpilih di Munas sebagai calon tunggal setelah mendapat dukungan 29 dari 34 pengprov dan berhak memimpin PP PBSI selama empat tahun ke depan (periode 2020-2024).
Atas terpilihnya sang Ketua BPK itu, Pengprov PBSI Sumatera Utara menyakini dan percaya bahwa pemaparan perihal usulan program kerja serta visi misi yang disampaikan dalam Munas kemarin dapat terealisasi.
Dimana dalam pemaparannya tersebut, Agung berjanji akan melakukan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Lalu melakukan pemberdayaan Pengprov dalam sarana di daerah, struktur sponsorship dan dukungan finansial yang mandiri dan profesional, rekrutmen atlet dan pelatih serta prestasi hingga hingga pembinaan bulutangkis menjadi industri olahraga.
“Kami dari Pengprov PBSI Sumut yakin dan percaya Pak Agung bisa mengimplementasikan visi dan misi yang telah beliau paparkan kemarin di Munas,” kata Ketum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, Kamis (26/11/2020).
“Kami yakin PBSI di bawah Pak Agung dapat berkolaborasi dengan mitra yang dilandasi rasa hormat, artinya pihak swasta akan terlibat aktif dalam kolaborasi ini dengan PBSI. Tidak hanya di tingkat PP PBSI saja, namun juga sampai ke tingkat provinsi,” tambahnya.
Dengan semakin banyaknya sponsor yang masuk, lanjut Suripno, ini tak lain bertujuan pengembangan yang lebih baik hingga ke daerah-daerah. Terutama wacana program Pelatwil yang tak pernah terealisasi sejak dua periode lalu.
“Salah satunya wacana Pelatwil atau cabang dari Pelatnas ini telah diwacanakan sejak periode Pak Gita Wirjawan. Yang mana program wacana Pelatwil itu ada di pulau Sumatera dan di pulau-pulau lainnya,” bebernya.
“Khusus untuk pulau Sumatera, kami di Pengprov PBSI Sumut akan memperjuangkan itu agar terpilih. Di awal-awal periode kami ini (Pengprov PBSI Sumut 2018-2022), kami fokus membenahi sarana dan prasarana (Gedung PBSI Sumut) yang tentunya nantinya dapat berkesinambungan dengan prestasi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Suripno berharap wacana Pelatwil yang tertunda itu dapat terlaksana di bawah pimpinan sang Ketua BPK. Selain itu, pihaknya berharap ada bantuan untuk ke daerah-daerah agar pengprov-pengprov hingga pengkot/pengkab dapat menggelar Pelatda.
“Wacana Pelatwil itu tak bisa terlaksana karena selama ini PP PBSI dapat sponsor tunggal saja. Sehingga untuk diterapkan ke Pelatwil ini tak terealisasi. Makanya di bawah Pak Agung Firman ini, beliau akan berupaya menggandeng pihak-pihak pemerintah daerah, BUMN-BUMD hingga pihak swasta agar program Pelatwil hingga Pelatda ini bisa terealisasi,” harapnya.
“Sebab mainset lama itu ingin dirubah pak Agung, sehingga perkembangan, pembinaan hingga pembibitan calon atlet itu tidak hanya berpusat di Jawa saja. Tapi juga di pulau-pulau lainnya sehingga terciptanya potensi-potensi yang merata di seluruh Indonesia, yang tentunya nanti berdampak pada Timnas kita,” imbuhnya.
Selain itu, jelang pembentukan susunan kepengurusan PP PBSI periode 2020-2024, Suripno yakin dan percaya Agung Firman teliti dan cermat dalam menempatkan para pembantunya di ‘kabinetnya’.
“Beliau orang yang teliti dan cermat untuk menempatkan orang-orang yang tepat dan kredibel dalam membantunya untuk menjalankan roda organisasi ini empat tahun ke depan. Kami yakin itu dan tidak akan mengintervensi beliau,” ujar mantan Ketum Pengkab PBSI Asahan ini. **