40 Peserta Ikuti Peningkatan Standarisasi Tenaga Olahraga Disporasu

Selasa, 21 September 2021 | 18:23 WIB

Medan, MPOL : Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan peningkatan standarisasi  tenaga olahraga pada pelatihan classifier Nasional Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara (Sumut) tingkat nasional dasar, yang dilaksanakan 20-24 September 2021, di Thongs Inn Hotel, Kualanamu, Kabupatena Deliserdang.

Kadispora Sumut Ir Ardan Noor MM dalam sambutannya dibacakan Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) M Tohir SPd, Senin (20/9), mengatakan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga secara berjenjang dan berkelanjutan diperlukan peningkatan wawasan ilmu pengetahuan olahraga.

Dikatakan, prestasi atlet-atlet disabilitas di kancah nasional maupun internasional tak lepas dari peran para personel yang mengawal dan mengarahkannya di lapangan. Bukan hanya pelatih tetapi tenaga klasifikasi atau classifier juga sangat penting dalan proses mencetak prestasi mereka.

Pelatih tenaga keolahragaan klasifikasi bertujuan untuk menentukan dan memetakan sejak dini kemampuan atlet disabilitas.

“Sebagai contoh, pada Peparnas tahun 2019 terjadi kesalahan pengklasifian atlet pelajar disabilitas Sumut sehingga mereka tidak bisa berkompetisi,” ucap Kadispora Sumut.

Sedangkan Ketua NPC Sumut Alan Sastra Ginting mengatakan, kegiatan ini merupakan dasar pertama untuk pembinaan atlet disabilitas.

“Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada Dispora Sumut yang telah menyelengarakan kegiatan ini. Karena kegiatan ini sangat berguna untuk mewujudkan atlet berprestasi nantinya,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksaana Maimun Zein SPd mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari NPC Kabupatena/Kota se-Sumut ditambah tujuh narasumber.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, kualitas dan kompetensi tenaga pelatih sebagai profesi.

Karena, menurut Maimun Zein, ditinjau dari sudut pandang ketenagakerjaan olahraga mempunya kontribusi positif terhadap pengurangan tingkat penganggutan di Indonesia, jika tenaga keolahragaan benar-benar mampu dikelola menjadi sebuah profesi.

“Kegiatam ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tenaga keolahragaan. Sehingga terwujud pembinaan dan peningkatan prestasi atlet berbakat,” jelasnya. **