Terkait 3-T, Forkopimda Jatim Laksanakan Management Krisis di 4 Kecamatan, Bangkalan

Senin, 7 Juni 2021 | 22:41 WIB

Bangkalan, MPOL: Untuk mengantisipasi meningkatnya Covid di wilayah Bangkalan, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, didampingi Wakapolda Jatim, PJU Polda Jatim dan Bupati Bangkalan, Senin (7/6/2021) siang, melaksanakan Management Krisis dan pengecekan ruang Isolasi Kantor BPWS Bangkalan.

Ruang isolasi yang disiapkan di Kantor BPWS Bangkalan ini, nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat yang terkonfirmasi reaktif melalui swab test antigen sambil menunggu hasil Test PCR. Untuk sementara ini kondisi di Kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Bangkalan dapat menampung sebanyak 60 pasien Covid 19,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta.

Forkopimda Jatim melaksanakan management krisis di Bangkalan terkait 3-T di 4 Kecamatan. Selain itu, memindahkan warga yang positif, tapi melakukan isolasi mandiri untuk dipindah ke Balai Diklat Bangkalan dan RS Lapangan di Indrapura oleh Tim Covid Hunter.

Selain itu, kata Irjen Nico, pihak nya juga menyiapkan Balai Diklat Bangkalan dengan 70 bed dan RS Lapangan Indrapura 200 bed. Bahkan, Gubernur Jatim dan Walikota Surabaya serta Dinkes Provinsi, juga menyiapkan 6 rumah sakit di Surabaya, dan menambah Tim Ambulance dari Polda, Kodam dan Dinkes serta mobile PCR.

Disamping itu, juga disiapkan 30.000 Swab Antigen untuk pelaksanaan 3-T, dan kegiatan 5-M dilaksanakan penyemprotan disinfektan, pembagian masker oleh tim gabungan Ditlantas, Dit Samapta dan Bimmas bergabung dengan jajaran Kodam V Brawijaya sebanyak 200.000 secara bertahap dan menggalang tokoh agama untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat.

Selanjutnya melaksanakan micro lockdown di 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Lampis, Kecamatan Arusbaya dan Kecamatan Geger, kemudian memberikan bantuan kepada setiap Kepala Keluarga berupa sembako.

Setelah melakukan pengecekan ruang Isolasi di Kantor BPWS Bangkalan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, melanjutkan peninjauan ke Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan. Peninjauan tersebut dilaksanakan setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19, dimana terdapat 18 Tenaga Kesehatan (Nakes) dan pegawai RS terpapar Covid-19 pasca libur Idul Fitri.

Dalam peninjauan itu, Direktur Rumkit menuturkan, bahwa di RS Syarifah ada kendala, yakni kekurangan mobil ambulance jenazah, ambulan pasien Covid-19 serta nakes radiologi, dokter anastesi dan dokter paru.

Terkait informasi tersebut, Irjen Nico menegaskan, bahwa kebutuhan fasilitas mobil maupun nakes, Polda Jatim telah menyiapkan ambulance Jenazah maupun ambulance pasien Covid-19. Sedangkan untuk kebutuhan lain seperti tenaga kesehatan, dokter anastesi dan paru akan disiapkan dari RS dr Soetomo, Surabaya.

Selain itu di Kantor Balai Diklat BPKSDA, dikemukakan Kapolda Jatim, nantinya juga disiapkan untuk ruang Isolasi bagi masyarakat yang positif Covid-19. “Ruang isolasi Balai Diklat BPKSDA Bangkalan, merupakan salah satu ruang isolasi yang disiapkan oleh Forkopimda Kabupaten Bangkalan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19,” sebut Irjen Nico.

Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya tidak hanya melakukan pengecekan di tiga lokasi saja, tapi juga melakukan pengecekan penyekatan arus dari Madura menuju ke Surabaya, di pintu keluar Suramadu.

Penyekatan dari Madura menuju ke Surabaya, perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur, setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim di Bangkalan Madura, terakhir melakukan pengecekan di penyekatan Ruko Petapan di Desa Labeng, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Bangkalan.

“Forkopimda Jatim berharap dengan melaksanakan Managemen Krisis dalam menghadapi Covid 19 di Bangkalan, dengan cara mempedomani 3 T dan 5 M masalah ancaman penyebaran dapat dan mampu diatasi,” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta.***