Terkait 3 Anak Gugat Ibu Kandung, JAM : Sorga Itu Dibawah Telapak Kaki Ibu

Minggu, 26 Juli 2020 | 20:13 WIB

 

Toba, MPOL: Anggota DPR RI, Jhoni Allen Marbun (JAM) menyebutkan, dosa seorang anak yang menggugat ibu kandungnya tidak hanya akan ditanggung oleh dirinya sendiri, tetapi sampai ke keturunannya.

“Seseorang anak yang mampu menggugat orangtuanya, si anak itu apakah tidak takut kualat, terlepas apapun masalahnya, dosanya ini tidak hanya akan ditanggung oleh dirinya sendiri, tetapi sampai kepada keturunanya”, sebut Jhoni Allen Marbun menjawab wartawan,Minggu (26/7)

Hal tersebut dikemukakan Jhoni Allen Marbun saat dimintai komentarnya terkait 3 orang anak menggugat ibu kandungnya di Pengadilan Negeri (PN) Tarutung, dimana seorang anak tersebut merupakan ASN di Kabupaten Toba.

Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut, seharusnya anak-anak ini membantu dan membahagiakan hati ibunya apalagi dimasa tuanya.

Si “Anak Guru Dari Desa” (sebutan untuk Jhoni Allen-red) itupun mempertanyakan apakah anak-anak yang menggugat ibunya ini tidak takut dengan Tuhan?.

“Mereka harus ingat, sorga itu ada dibawah telapak kaki ibu. Apalagi mereka ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), jika perlu, pimpinan ASN ini memanggil yang bersangkutan karena mereka ini telah menunjukkan sesuatu hal yang tidak baik dalam kehidupan masyarakat kita”, sebut Jhoni Allen.

Kata Jhoni Allen Marbun, semua umat manusia, apapun agamanya mengajarkan untuk menghormati orangtua, utamanya ibu kandungnya.

Begitupun, walau menggugat ke pengadilan itu adalah hak setiap warga negara, namun hakim harus arif dan bijaksana dalam menangani kasus seperti ini, dan sebaiknya hakim dapat menolak kasus-kasus seperti ini, sehingga dosanya tidak juga turut ditanggung oleh hakim yang menangani.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, semoga tidak ada lagi kita dengar kasus-kasus seperti ini yang sangat memalukan apalagi  bagi halak hita”, kata anggota DPR RI daerah pemilihan Sumut 2 tersebut.

Kasus yang sudah viral ini bermula saat seorang ibu yang sudah lansia, Mariamsyah Boru Siahaan (74) menjual satu unit rumah di Jalan Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kota Medan. Rumah itu merupakan harta yang dia dikumpulkan bersama mendiang suami tercintanya di masa lalu. Gugatan ditengarai karena ketiga anak Mariamsyah tak terima lantaran tidak dilibatkan dalam penjualan rumah maupun bagi hasil penjualan.

Dalam perkara ini, ibu yang berusia lanjut usia ini hanya dibela anak bungsunya Ridwan Panjaitan dan menantu Murni Panggabean. Mereka bersama sejumlah penasihat hukum Ranto Sibarani, Olsen Lumbantobing dkk mendampingi proses hukum tersebut.

“Air susu dibalas air tuba. Bahkan darah yang mengalir dari tubuh saya sewaktu melahirkan mereka pun tak mampu dibalas. Namun hari ini, saya harus menghadapi gugatan hukum dari mereka,” ujar Mariamsyah, seusai menghadiri sidang mediasi yang digelar di PN Tarutung, Rabu (15/7/2020) lalu.

“Sudah beberapa kali saya dibuat susah oleh mereka. Bahkan saya pernah diusir dari rumah,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ridwan, anak keempat yang menemani Mariamsyah turut menguatkan pernyataan soal gugatan terhadap ibundanya “Ibu kami digugat karena menjual rumah,” katanya.

Ketiga penggugat yakni dua anak laki-laki dan seorang perempuan, yaitu inisial BPP seorang PNS di Dinas Pertanian Tobasa, kemudian Lettu MP, anggota TNI AURI , serta LDP yang tinggal di Humbang Hasundutan (Humbahas).

Ketiganya telah mendaftarkan gugatan terhadap ibu kandungnya di PN Tarutung, Tapanuli Utara.**