Tekan Covid-19 di Jatim, Kapolda Libatkan Tokoh Agama Berikan Kesadaran Pada Masyarakat

Selasa, 8 Juni 2021 | 09:25 WIB

Bangkalan,MPOL: Polda Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya dan Pemprov Jawa Timur terus berupaya keras untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Dimana diketahui, pasca libur lebaran terjadi peningkatan angka kasus Covid-19.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menyatakan, pihaknya telah menyiapkan 30 ribu swab antigen untuk pelaksanaan 3-T, dan Tokoh agama juga ikut dilibatkan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat Jatim.

“Untuk kegiatan 5-M, kita laksanakan penyemprotan disinfektan, pembagian masker oleh Tim Gabungan Ditlantas, Dit Samapta dan Binmas bergabung dengan jajaran Kodam V Brawijaya sebanyak 200 ribu secara bertahap,” ungkap Irjen Nico Afinta, kepada wartawan, Senin (7/6/2021).

Penyekatan dari Madura menuju ke Surabaya lanjut Nico Afinta, juga dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur. Ini berkaca setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

“Dalam kegiatan penyekatan itu, juga dilakukan swab tes sebanyak 2.400 terhadap pengguna jalan dari arah Madura menuju Surabaya. Dari hasil swab tes antigen diperoleh 86 reaktif Covid-19 dan sudah dirujuk untuk di lakukan Swab PCR di Rumah Sakit Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya,” ujar Irjen Nico.

Untuk kemudian, dilaksanakan micro lockdown di empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Lampis, Kecamatan Arusbaya dan Kecamatan Geger.” Dan langkah selanjutnya, memberikan bantuan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) berupa sembako,” paparnya.

Selain itu, pengecekan penyekatan, juga dilakukan di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Dimana Desa Tengket merupakan salah satu desa terdampak Covid-19, di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Peningkatan kasus Covid-19 ini terjadi pasca libur Idul Fitri 2021.

“Di Desa Tengket sendiri terdapat 10 orang melakukan Isolasi Mandiri di rumah dan sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat Covid-19, yaitu 4 masyarakat Desa Tengket, 1 dokter, 1 perawat dan 1 bidan,” jelas Irjen Nico Afinta, seraya menyebutkan tempat-tempat untuk isolasi juga disiapkan untuk menampung masyarakat yang terpapar. Seperti RS Syarifah Ambami Rato Ebu, Kantor BPWS Bangkalan, Balai Diklat BPKSDA dan lainnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Tengket menyampaikan, bahwa masyarakat Desa Tengket masih trauma dan takut dirawat di Rumah Sakit, sehingga menjadi kesulitan tersendiri dalam penanganan penyebaran Covid-19. Selain itu, kekurangan Nakes pasca lockdownnya beberapa Puskesmas di Desa Tengket menjadi hambatan,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Forkopimda Provinsi Jatim berharap, sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 harus intens dilakukan di Desa Tengket.

Kapolda Irjen Nico Afinta menegaskan, bahwa Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya akan membantu dalam penyiapan nakes. Sehingga diharapkan dapat membantu penanganan penyebaran Covid-19 di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

“Kami Forkopimda Jatim berharap dengan melaksanakan Managemen Krisis dalam menghadapi Covid 19 di Bangkalan, dan juga mempedomani 3 T dan 5 M masalah tersebut bisa dan mampu diatasi,” pungkas Irjen Nico Afinta.***