Asset PTPN 2 Akan tetap Dipertahankan

Plank Asset Perumahan Karyawan Lapangan Garuda Dirusak Warga

Rabu, 11 Januari 2023 | 22:36 WIB

Tanjung Morawa.- Puluhan warga perumahan karyawan PTPN 2 Lapangan Garuda, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa, merusak plank asset HGB lahan dan perumahan yang dipasang di sudut lapangan Garuda, Rabu (11/01). Mereka menolak pemasangan plank di areal yang merupakan asset PTPN 2 itu.

Meski tidak memiliki dasar yang jelas, warga perumahan lapangan Garuda yang sebagian besar adalah keturunan pensiunan PTPN 2, merasa keberatan kalau di areal tersebut ada plank yang menunjukkan bahwa areal tersebut adalah benar asset PTPN 2.

Penolakan mereka semakin keras ketika di tengah situasi memanas hadir anggota DPRD Deli Serdang Said Hadi, SE. Anggota Komisi 3 dari Fraksi PKB ini langsung berbicara ke pihak PTPN 2, agar persoalan rumah dinas karyawan dilakukan mediasi terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan seperti pemasangan plank yang menyebutkan areal tersebut adalah asset PTPN 2.

Virajati Adhazar Bidang Hukum PTPN 2 yang hadir mencoba memberikan penjelasan, bahwa pemasangan plank adalah untuk menegaskan posisi areal tersebut memang asset PTPN 2 sesuai sertifikat HGB No.43. Namun Said Hadi ikut keberatan karena persoalan dengan keluarga pensiunan masih belum selesai. “Di RDP (Rapat Dengar Pendapat) saya kan sudah ungkapkan agar persoalan dengan keluarga pensiunan ini diselesaikan terlebih dahulu, “ katanya. “Selama ini mana keperdulian perusahaan terhadap perumahan karyawan yang ada di sini,” sambungnya.

Aksi warga akhirnya berlanjut dengan pengerusakan plank yang terpasang. Secara serentak sejumlah warga memanjat tembok pembatas, dan merobohkan plank yang dipasang pihak security PTPN 2.

Sejumlah penghuni perumahan karyawan Lapangan Garuda, yang sebagian adalah keturunan pensiunan, merasa keberatan untuk meninggalkan rumah dinas yang ditempati orangtuanya saat bekerja sebagai karyawan PTPN 2. Di samping kini menjadi tempat tinggal mereka, mereka menuntut agar diberi ganti rugi secara komersial jika harus meninggalkan rumah dinas karyawan tersebut. Bahkan di depan anggota DPRD Deli Serdang, secara terbuka mereka menuntut uang pindah sebesar Rp.450 juta ditambah lahan pengganti di luar areal rumah dinas karyawan lapangan garuda Tanjung Morawa.

Kasubag Humas PTPN 2 menyesalkan tindakan perusakan plank yg dilakukan oleh penghuni rudin.
Seharusnya para penghuni yg merupakan pensiunan mendukung langkah yg ditempuh PTPN2 untuk menempatkan karyawan aktifnya di rumah dinas.

Program optimalisasi pemanfaatan rumah dinas dilakukan sebagai wujud respon dari PTPN2 untuk mengamankan aset perusahaan sebagaimana disampaikan oleh Menteri BUMN RI dan dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja operasional Perusahaan.

“Sebahagian penghuni sudah bisa menerima dan bersedia untuk keluar dari rumah dinas dan siap meninggalkan rumah dinas mereka di sana. Sebagian lagi memang masih bertahan. Mereka sebahagian pensiunan, dan sebahagian lagi keturunan pensiunan,” jelas Kasubag Humas PTPN 2 Rahmat Kurniawan menjawab pertanyaan wartawan di kantornya, Rabu siang.

Meski begitu PTPN 2 masih akan terus melakukan langkah-langkah persuasive, agar persoalan dengan pihak keluarga pensiunan PTPN 2 ini bisa diselesaikan dengan cara-cara persuasive dan elegant. “PTPN 2 tetap akan mencari solusi terbaik. Namun menyangkut asset, secara hukum akan tetap dipertahankan,” jelas Rahmat Kurniawan. (bp/r)