Perjuangan Sabam Sirait Menjaga Nilai Pancasila dan Demokrasi Ekonomi

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:16 WIB

Medan,MPOL:  Almarhum Sabam Sirait merupakan tokoh berdarah Batak yang selama hidupnya berjuang untuk mengaja pluralism. Mengkritisi pemerintah untuk kepentingan orang banyak dilakukan bukan hanya dalam aspek kebebasan berpendapat secara politik, namun juga perjuangan untuk keberpihakan terhadap perekonomian masyarakat secara menyeluruh.

Rekam jejak kiprah Sabam Sirait, mantan Anggota DPD RI itu, yang menyatakan pendapat di era dimana rezim pemerintahan di Indonesia belum seperti saat ini, era reformasi. Kebebasan untuk memberikan pendapat terlebih mengkritisi pemerintah belum seperti saat ini.

“Jaman sekarang banyak orang yang kritis terhadap pemerintah, tapi itu setelah era reformasi. Namun Sabam Sirait senantiasa bersuara untuk menentang kebijakan pemerintah demi kepentingan masyarakat banyak di era orde baru,” ujar J. Anto narasumber dalam Seminar Pengusulan Sabam Sirait Sebagai Pahlawan Nasional RI di Gedung UNPRI Jl. Sampul, Medan, Sabtu (22/1/2022).

Bahkan, J. Anto menyebutkan bahwa sosok Sabam Sirait merupakan actor demokrasi Indonesia.
Menurut J Anto, bahwa moment saat Sabam Sirait mengutarakan pemikiran dan gagasannya adalah hal penting untuk dipertimbangkan untuk penetapan ayah dari Maruarar Sirait itu sebagai Pahlawan Nasional. “Apa yang dilakukan Sabam Sirait adalah sebuah legasi untuk mendorong kita memiliki integritas sehingga kemudian punya kemandirian,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Prof Dr. Robert Sibarani akademisi USU mengatakan perjuangan yang dilakukan Sabam Sirait sejak masa mudanya mampu menopang dan semakin memperkokoh nilai Pancasila sebagai dasar Negara. Bahkan menurutnya, kearifan berpolitik Sabam Sirait dikenal dengan sosok yang beretika, terpercaya, jujur dan adil, santun dan hormat, komitmen dan bertanggungjawab, integritas dan konsisten, tegas dan kuat, berani dengan keputusan dan berkorban, setia kawan, mampu menguasai rasa takut, rendah hati, passion.

“Bahkan dalam menjalankan misi politiknya, beliau dikenal dengan humanism dan kasih. Serta menjadikan setiap langkahnya menjadi langkah politik yang sakral dan dilandasi keseimbangan dan kebenaran,” ujarnya dalam seminar yang juga dihadiri Penasehat Panitia Pdt Willem Tp Simarmata, Dr. RE Naiggolan,MM, John Eron Lumban Gaol, mewakili Gubernur Sumut, dan sejumlah tokoh lintas agama dan suku seperti Brillian Mokhtar, ustad Martono, Sihar Cibro, Sanggam Hutagalung, Dr Parapat Gultom, Dr Parlindungan Purba, SH,MM, Koordinator kemanusiaan YSKI drg. Annita, Rektor UNPRI Prof Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes dan jajaran, Gubernur Sumut (2008-2011) Dato’ Seri H. Syamsul Arifin, SE, sekretaris panitia Jadi Pane,SPd,MM, dan yang lainnya.

Juga hadir pembicara lainnya, yaitu Warjio, dan Dr. Suprayitno,M.Hum.
Pada kesempatan itu, Prof. Dr Chrismis Novalinda Ginting,MKes menyebutkan bahwa Sabam Sirait adalah pejuang demokrasi yang berkiprah sejak duduk di bangku kuliah.

“Sebagai generasi muda, kita sudah sepatutnya meneladani wawasan, sikap dan semangat perjuangan yang ditunjukkan Sabam Sirait,” ujarnya.
Sementara Pdt Willem TP Simarmata menyebutkan bahwa menjadi harapan bersama, dengan kolaborasi panitia dan seluruh unsur mewujudkan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional oleh presiden Joko Widodo. Begitu banyak kontribusi yang diberikan hingga sistem demokrasi di Indonesia mengalami perubahan.

“Sejak awal beliau selalu bercerita tentang undang-undang pemerintahan daerah, juga tentang perjuangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sementara itu, H. Syamsul Arifin menyebutkan bahwa dengan latarbelakang kehidupan Sabam Sirait yang memang seorang pejuang, ditambah dengan keseriusan panitia maka sebelum tahun 2024 penganugerahan gelar pahlawan nasional akan terwujud. “Beliau adalah sahabat yang baik, punya pendirian dan memang seorang pejuang untuk ide dan gagasan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat banyak. Bahkan untuk pola demokrasi kita hari ini. Saya yakin, sebelum tahun 2024, impian kita ini akan terwujud,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Mewakili keluarga, Batara Immanuel Sirait mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh tokoh di Sumut yang mendorong penetapan almarhum ayahnya sebagai pahlawan nasional. Dia berharap, agar apa yang diupayakan panitia juga menjadi harapan untuk kebaikan bagi bangsa dan Negara.**