Forkopimda Jatim Dampingi Presiden Ground Breaking Pembangunan Smelter Freeport Indonesia di KEK Gresik

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:15 WIB

 

Gresik,MPOL:  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) Jawa Timur menyambut dan sekaligus mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama para Menteri Kabinet Indonesia Maju, melakukan kunjungan kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Selasa (12/10/2021).

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, ikut serta mendampingi Presiden Jokowi bersama rombongan Menteri Kabinet Indonesia Maju, diantaranya Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Perindustrian, Menteri ESDM dan Menteri Sekretaris Kabinet, untuk melaksanakan ground breaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia, di kawasan KEK Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyatakan, Negara Indonesia memiliki cadangan tembaga yang sangat besar, masuk dalam kategori 7 negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia.

“Ini yang banyak kita tidak tahu. Potensi yang sangat besar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi kita. Jangan sampai kita memiliki tambang, kita memiliki konsentrat. Smelternya, hilirisasinya ada di negara lain,” ujar Presiden, saat membuka ground breaking pembangunan smelter di KEK Gresik.

Presiden Jokowi menyebutkan, inilah kenapa smelter PT Freeport dibangun dalam negeri, yaitu di Gresik, Provinsi Jawa Timur. Karena ini adalah sebuah kebijakan strategis terkait dengan industri tambang tembaga setelah kita menguasai 51% saham Freeport dan saat itu juga kita mendorong agar Freeport membangun smelter di dalam negeri.

“Kita ingin nilai tambah itu ada di sini. Tadi disampaikan Pak Menteri bahwa ini dalam masa konstruksi saja akan ada 40.000 tenaga kerja bisa bekerja, artinya yang terbuka lapangan pekerjaan ini akan banyak sekali di Kabupaten Gresik dan di Provinsi Jawa Timur. Belum nanti kalau sudah beroperasi. Dengan membangun smelter di dalam negeri maka akan memperkuat hilirisasi industri,” ungkapnya.

“Saya akan perintah satu per satu perusahaan apa pun, swasta maupun BUMN, yang berkaitan dengan tambang minerba, untuk masuk ke hilirisasi. Untuk apa? Sekali lagi agar komoditas kita lebih tinggi nilainya. Tidak kirim mentah, tidak kirim dalam bentuk roll material. Memberikan nilai tambah bagi negara. Artinya akan memberikan income yang lebih tinggi kepada negara. Kemudian menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, ini hal yang penting bagi rakyat, dan tentu saja membuat bangsa kita semakin mandiri dan semakin maju,” pungkas Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi menjelaskan, smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line, ini terbesar di dunia. Karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

“Bisa dibayangkan 1,7 juta ton kalau dinaikkan truk yang kecil, itu biasanya bisa ngangkut 3 sampai 4 ton. Berarti berapa truk yang akan berjejer di sini. Kalau tiga ton isinya 3 ton saja 1 truk kecil itu. Itu berarti ada 600 ribu truk di sini, bayangkan gede sekali atau 480.000 ton logam tembaga,” ungkapnya.

“Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus ini, akan menjadi daya tarik bagi industri-industri lain untuk masuk ke KEK Gresik. Khususnya industri turunan tembaga untuk ikut berinvestasi di sini,” harap Presiden Jokowi.

Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh agar iklim investasi kita semakin baik. Infrastrukturnya terus akan didukung, kemudahan dan kepastian berusaha akan didukung, kemudian ketersediaan SDM sesuai dengan kebutuhan industri juga nanti Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten juga ikut mendukung agar KEK Gresik semakin maju, dan Indonesia akan semakin diminati sebagai tujuan investasi.***