DPR RI: Atasi Banjir Seluruh Pihak Duduk Bersama

Jumat, 28 Februari 2020 | 08:30 WIB

Jakarta – Untuk  mengatasi banjir seluruh pihak diminta duduk bersama, demikian anggota Komisi V DPR RI, Sukur Nababan mengatakan dalam diskusi Dialektika Demokrasi “Banjir, Bencana atau Ketidakpahaman?” Kamis (27/2) di DPR RI Jakarta.

Menurut Sukur Nababan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota yang menyangga Ibu Kota ini duduk bersama mencari cara mengatasi banjir yang belakangan kerap terjadi di Ibu Kota dan beberapa daerah sekitarnya.

Berbicara banjir kita harus terintegrasi, tidak bisa lagi sepotong-sepotong. Masing-masing kabupaten kota membuat kebijakan sendiri, Provinsi membuat kebijakan sendiri,  pusat pembuat kebijakan sendiri, namun diperlukan duduk bersama bagaimana cara mengatasinya.

Bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan, tidak ada gunanya berdebat. Saatnya untuk berhenti saling mem-bully. Oleh karena itu di forum ini pihaknya juga meminta kepada wartawan untuk mendorong setiap mengambil keputusan, untuk berhenti saling menyalahkan dan berhenti membangun opini-opini tersendiri terkait bencana banjir, tegas Sukur Nababan.

Sedangkan Irwan (F.Demokrat) mengatakan tentang banjir, bencana atau ke ketidak pahaman, mau di bolak-balik apapun masalahnya disitu *terjadi bencana karena ketidak pahaman pemerintah* sebagai yang diamanahi oleh negara untuk memberikan, melindungi segenap bangsa Indonesia, begitu pun karena tidak paham, makanya terjadi bencana, tidak bisa memitigasi sehingga bencana tiap tahunnya terjadi.

Terrkait banjir hari ini sebenarnya lebih pada banyak politisnya, saya lihat pemerintah saat ini dalam mungkin terbiasa banjir setiap tahunnya, sehingga justru menjadikan “banjir itu sebagai ajang untuk berpolitik” lebih senang memberikan bantuan, mendirikan pondok-pondok pengungsian, tapi tidak pernah benar-benar “duduk bersama” pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini, untuk menyelesaikan masalah bertahun ini, tutur Irwan. (ZAR)