Bunda Indah: Rizky Adiguna Sosok Inspirasi Rakyat dan Kaum Muda Indonesia

Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:59 WIB

Medan, MPOL – Sebagai orang tua yang tetap mencintai dan merindukan anaknya, Hj Bunda Indah menggelar kegiatan Haul pertama almarhum Rizky Adiguna Putra Bunda Indah yang diisi dengan Dzikir dan Doa Bersama, Selasa (12/10) di Jalan Seroja 41 Medan.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Hj Bunda Indah mulai pukul 16.00 – 21.00 WIB tersebut, dihadiri oleh Majelis Tahlimah Indonesia dan Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) perwakilan dari agama Kong Hu Cu, Kristen dan Hindu.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari tokoh masyarakat Sumut dan sambutan serta arahan dari Hj Bunda Indah. Kemudian dilanjutkan dengan Tausyah dibawakan oleh Dr.Syukri Albani.
Sebelum memasuki sholat maghrib, juga diputar film dokumenter tentang almarhum mulai dari semasa kecil hingga wafatnya. Kemudian diikuti dengan pembagian sumbangan kepada 60 anak yatim piatu.

Usai Sholat Maghrib berjemaah kemudian Hj Bunda Indah membuka acara Dzikir dan Doa Bersama yang langsung dipandunya sendiri. Tak lama kemudian suasana pun menjadi khusuk dan khidmat. Dengan berurai air mata, Hj Bunda Indah mengumandangkan asma Allah dengan penuh penghayatan. Serta mendoakan ampunan bagi putra kesayangannya.

Usai acara dzikir dan doa bersama, HJ bunda yang ditemui wartawan mengatakan, tujuan Haul pertama dilakukan adalah untuk mengenang sosok putranya Rizky Adiguna. “Melalui dzikir dan doa bersama ini saya berharap kepada Allah SWT agar dapat mengampuni dosa serta menempatkan almarhum Rizky Adiguna di surga,” harapnya.

Rizky adalah anak yang berbakti kepada orang tua yang selalu memberikan motivasi kepada Bunda Indah agar tetap terus berjuang menjadi sosok perempuan kuat dan memiliki integritas. Semangat yang terus dikobarkan oleh almarhum anaknya tersebut, diakui Bunda Indah sebagai benteng pertahanan dalam memperjuangkan apa yang selama ini diinginkan oleh Bunda Indah dalam membangun negeri. Bahkan menurut Bunda Indah, sampai akhir hayatnya, almarhum anaknya tersebut juga selalu mendukung dirinya agar menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak maupun menjadi berguna bagi negara dalam mempersatukan ummat.

“Saya selalu teringat apa dikatakan Eky (panggilan anaknya –red) mama tidak usah pikirkan apa kata orang apalagi pusing dengan fitnah, jalan terus buat yang terbaik menurut mama benar karena Eky tahu mama adalah seorang pengagum Rasullah Shallallahu Alaihi wasallam”, kenang Bunda Indah.

Ia berharap, Haul yang dilaksanakan ini bukanlah bermakna untuk mengenang saja tapi lebih dari itu, dapat menjadikan sosok almarhum anaknya menjadi inspirasi bagi rakyat dan kaum muda Indonesia. Tentang bagaimana keteguhan serta cintanya kepada orang tua yang selalu mendukung perjuangan mamanya untuk upaya berbuat kebajikan dengan sesama dan membangun negara.

“Saya berharap upaya Eky dalam membangun negeri serta baktinya terhadap orang tua, Insya Allah dapat menjadi inspirasi bagi rakyat dan kaum muda Indonesia”, ucapnya sembari menitikan air mata mengenang semua kebaikan anaknya tersebut.

Ketua Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Sumut Ir Soufinur Restu Nasution menambahkan, sosok almarhum Rizky Adiguna yang dikenalnya adalah sebagai anak muda yang cerdas, suka bersedekah, selalu menolong sesama dan sangat perhatian terhadap lingkungannya.
“Eky adalah anak yang sangat berbakti pada orangtua, sehingga almarhum semasa hidupnya sangat mensupport segala kegiatan ibundanya”, sebut Soufinur.

Senada dengan Soufinir, Direktur Utama Bunda Foundation, Chandra Syuhada Sinaga, SE, MM mengemukan, Ia berharap kehidupan almarhum Eky menjadi tauladan bagi orang banyak. Begitu besar cinta dan dukungannya terhadap orang tua.

Menurut, Chandra, Bunda Indah adalah sosok Ibu, guru dan orang tua yang kuat meskipun Ia telah ditinggalkan oleh anak tercintanya. “Saya berharap kepergian Eky menjadi semangat baru bagi Bunda Indah untuk terus berjuang atas apa yang ingin dicapainya untuk bangsa ini”, tutupnya.
Acara yang cukup hikmad dan tertib itu tetap mematuhi protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah( Prokes) (ina)