70 Pengerja Ditahbiskan, Synode Kerja ke-44 Gereja Pentakosta Ditutup

Minggu, 17 Juli 2022 | 21:54 WIB

 

P.Siantar,MPOL: Synode kerja ke-44 Gereja Pentakosta yang digelar sejak Kamis-Minggu, 14-17 Juli 2022 resmi ditutup dengan pentahbisan terhadap 70 pengerja serta melahirkan beberapa keputusan untuk mengevaluasi dan menghasilkan program program kerja di seluruh pimpinan daerah dan resot seluruh Indonesia.

Ketua Pucuk Pimpinan Gereja Pentakosta, Pdt. Ev. J. Sihombing didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Pdt.RD. Siburian SE, Minggu (17/7/2022) memaparkan bahwa pembaptisan para pengerja adalah agar mereka dapat melayani di sidang jemaat gereja masing-masing usai agenda synode ini.

“Puncak acara, sekitar 70 pengerja ditahbis, tujuannya untuk dapat melayani di sidang jemaat gereja masing masing,” terangnya.

Adapun hasil keputusan synode ke-44, lanjut Pdt. J. Sihombing merupakan program kerja yang akan dilaksanakan pucuk pimpinan. Termasuk membuka SOM angkatan ke-5, membuka departemen misi penginjilan dan pelayanan musik di seluruh Indonesia bahkan keluar negeri, serta team terpadu Gereja Pentakosta.

“Kami semua merasakan suka cita dan berterima kasih kepada para peserta, kiranya apa yang sudah di amantakan para peserta synodestan, kami dapat menjalankannya,” akunya

Sementara itu, Ketua pelaksana St Poltak Tampubolon SH MTh mengatakan, bahwa peserta synode sekitar 400 orang terlihat antusias. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran mereka sejak acara dibuka hingga berakhir. Demikian juga membahas di komisi komisi serta partisipasi mereka dalam paripurna sehingga menghasilkan program-program kerja untuk kemajuan Gereja Pentakosta.

Selain pentahbisan, puncak sinode kerja ke-44 Gereja Pentakosta juga dirangkai dengan ibadah sekaligus melantik para pendeta, pendeta muda, guru Injil, sintua dan pembela sidang juga pengurus wanita Gereja Pentakosta yang di ketuai Pdt. EM. Br. Aritonang.

Agenda synode kerja tahun 2022 ini mengangkat tema “Akulah terang dunia, Barang siapa mengikut Aku ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yohannes 8:12) dan subtema Gereja harus menjadi terang untuk menerangi kegelapan.***