Wakil Ketua DPR RI: Indonesia Memiliki Kebutuhan Dunia di Tengah Pandemi

Sabtu, 19 Juni 2021 | 09:42 WIB

Jakarta, MPOL: Wakil Ketua DPR Ri Indonesia memiliki kebutuhan dunia di tengah masa Pandemi, demikian Rachmat Gobel mengatakan dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI “Peran DPR RI Dalam Pemulihan Ekonomi di tengah Pandemi,” Jumat (18/6) di Tangerang Banten.

Menurutnya dalam situasi Pandemi, Indonesia bisa Jadi Negara Besar Dikancah Dunia tampil dan menjadi negara besar di kancah dunia. Indonesia memiliki semua kebutuhan yang diperlukan dunia yang juga tengah mengalami pandemi.

“Saya perhatikan kita memilki peluang besar agar dapat menjadi negara besar, kita punya SDM, SDA yang melimpah, dan ini menjadi kesempatan untuk bangkit, bukan justru kita terpuruk dengan pandemi ini.”

Selain itu ia mengingatkan bagaimana visi misi Presiden Joko Widodo dapat diimplementasikan secara maksimal di masa pandemi ini. Presiden menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi tidak hanya di tengah, melainkan berkembang juga di pinggir wilayah Indonesia.

“Presiden mengatakan ekonomi tidak hanya dilakukan di tengah saja, melainkan dari pinggiran, seperti dari Desa. Dari Desa inilah kita bisa memperdayakan sejumlah hasil produk menjadi dari tingkat desa menjadi global.”

Dengan mengambil contoh bagaimana Indonesia dapat melakukan pemanfaatan dari kondisi pandemi yang belum diketahui akan berakhirnya, dengan membuat satu produk jamu yang dapat dikonsumsi semua kalangan dalam maupun luar negeri, tutur Rachmat Gobel.

Selain itu juga Rachmat Gobel akan mendongkrak usaha Batik Indonesia yang mana pernah diakui di negara luar.

Ia akan membuat salah satu acara “Batik Award” tahun ini, idenya tertuang lantaran usaha batik yang berasal dari Indonesia kurang terdongkrak dan pernah diakui oleh negara luar.

“Saya berencana membuat master-master pengrajin batik award seperti saya membuat Panasonic Gobel Award yang berjalan hingga sekarang.”

Wacana itu pun, bisa membangkitkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti batik yang sedang lesuh ditengah masa pandemi.
Apalagi, selama ia melakukan audiens dengan para pelaku usaha, masih banyak yang mengeluhkan betapa sulitnya memasarkan produk dan itu yang membuat produk batik di Indonesia tersendat.

Ia berharap dengan wacana yang disampaikannya mampu mendongkrak perekonomian khususnya batik, dan peran pemerintah dalam mengembangkan produk nasional bisa terus dilakukan agar perekonomian yang sedang lesuh kembali stabil.

“Kita kurang mengangkat itu dan peran pemerintah pun diperlukan sehingga ini jadi momentum membangkitkan perekonomian kita,” tutur Rachmat Gobel.