Virus Corona Mengglobal, Indonesia Harus Buktikan Penanganan dan Langkah Strategis

Selasa, 3 Maret 2020 | 01:37 WIB

Jakarta – Virus Corona mengglobal, Indonesia harus buktikan penanganan dan langkah strategis. Demikian anggota Komisi IX DPR RI M. Nabil Haroen, mengatakan pada wartawan Senin (2/3) di DPR RI Jakarta.

Menurutnya terkait dengan merebaknya virus corona yang mengglobal, pemerintah Indonesia harus melangkah lebih maju dengan menyampaikan persiapan Kementerian Kesehatan untuk mencegah merebaknya virus ini sekaligus langkah-langkah strategis untuk rehabilitasi korban.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 50 negara terjangkit virus corona, serta menyebabkan kematian. Di antara negara-negara itu, yakni Jepang, Singapura, Italia, Malaysia dan Iran.

Di Indonesia, presiden Joko Widodo mengumumkan (02 Maret 2020) ada dua pasien yang terjangkit virus corono, yakni seorang ibu umur 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun. Keduanya terjangkit virus corona setelah kontak dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia. Selanjutnya, kedua pasien ini diisolasi untuk perawatan di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Ada beberapa point penting yang perlu saya sampaikan ke publik:
1. Pemerintah Indonesia harus lebih sigap, cermat sekaligus teliti untuk menangani korban virus corona. Juga, Kementrian Kesehatan harus menyampaikan kepada publik bagaimana langkah-langkah, bagaimana alur jika seseorang merasa terjangkit virus corona, harus ke mana dan menghubungi siapa. Ini penting karena sejauh ini langkah-langkah yang ada masih samar. Perlu tahapan kongkret yang menghubungkan antar sektor: Kementrian Kesehatan, Imigirasi, Kementrian Luar Negeri, dsb.

2. Pemerintah Indonesia harus terbuka terkait informasi penyebaran virus corona, serta berapa jumlah yang terjangkit. Beberapa waktu lalu, Direktur Jendral WHO (World Healt Organization) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa tidak boleh ada satu negarapun yang mengasumsikan bebas dari corona. Dan anggapan pemerintah sebuah negara yang bebas dari corona, merupakan kesalahan fatal. Pernyataan ini harus dibaca sebagai peringatan agar pemerintah tidak meremehkan dampak dari persebaran virus corona, sekaligus mengambil langkah-langkah yang nyata.

3. Saya mendengar, ada sejumlah relawan dari aktifis kesehatan Indonesia, baik di dalam negeri maupun internasional untuk membangun satu sistem informasi yang bisa diakses bersama terkait dengan penanganan virus corona di Indonesia. Ini langkah baik yang harus didukung semua pihak. Upaya masyarakat bersama-sama pemerintah untuk saling melengkapi. Sistem informasi dan data center sangat penting agar publik dapat mengakses informasi yang akurat dan tidak tergerus fitnah, berita palsu, hoax.

4. Saya mengapresiasi langkah pemerintah Arab Saudi yang menutup sementara negara itu dari pengunjung beberapa negara yang terdampak virus corona, sebagai langkah strategis untuk menghindari persebaran virus corona yang lebih luas. Indonesia termasuk di antara negara yang ditutup akses untuk umroh dan kunjungan. Kita perlu membaca ini sebagai langkah preventif, yang bertujuan untuk kebaikan semua orang. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umroh, penting untuk mengakses informasi terkini.

5. Memohon masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, sekaligus saling membantu untuk mencegah tersebarnya virus corona yang lebih luas. Doa dan dukungan moral penting, akan tetapi langkah-langkah pencegahan dari kementrian kesehatan dan institusi terkait juga tidak boleh diabaikan, tutur M. Nabil Haroen. (ZAR)