UMKM Harus Dikembangkan Sebagai Tiang Penyanggah Ekonomi

Kamis, 9 September 2021 | 21:41 WIB

 

Jakarta MPOL: UMKM Harus dikembangkan karena sebagai penyanggah ekonomi nasional demikian anggota Komisi VI DPR RI, Intan Fauzi mengatakan dalam Dialektika Demokrasi ” Siasat Membangkitkan UMKM Pascapandemi Covid-19″ bersama Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Sutarmo dan Praktisi Media Eko Cahyono, Kamis (9/9) di DPR RI, Jakarta.

Menurut Intan Fauzi nasib UMKM di Indonesia pasca pandemi Covid-19 di tanah air. Sebagaimana diketahui, UMKM merupakan tiang penyanggah bagi perekonomi nasional.

“Kalau pemerintah terus berbicara ekonomi RI tulang punggungnya UMKM, maka ini harus kita kembangkan.”

Dalam PP No 7 Tahun 2021 sebagai turunan dari UU Ciptakerja. Tajuk Kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan Koperasi dan UMKM tidak sepenuhnya berjalan mulus di lapangan.

“Berbagai relaksasi yang ada itu pencairan di lapangan tidak mudah, kemudian juga mungkin data data UMKM, siapa penerima dan sebagainya. Karena tidak semua UMKM ini bisa mengakses. Skala besar 6 BUMN yang mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) triliunan, karena sebetulnya hal terberat, sebelum atau pada saat pandemi bagaimana mereka berproduksi sampai dengan akses pasar.”

“Bukan hanya industri yang berubah tetapi juga UMKM. Jadi, sebetulnya bagaimana harus meningkatkan skill up (meningkatkan keterampilan) UMKM ini untuk bisa berkompetisi.”

Kalau berbicara rantai pasokan tata niaga bisnis, sebenarnya UMKM sama dengan usaha lainnya. Para pelaku UMKM mendapatkan bahan baku lalu bagaimana mereka memproduksi.

Untuk itu pasca pandemi pemerintah harus menyiapkan rantai pasok bahan baku untuk UMKM, bagaimana produksi dengan efisien dan manajemen keuangan yang akuntabel tutur Intan Fauzi.

Sedangkan Sutarmo mengatakan memberikan apresiasai kepada komsisi VI yang telah membantu mengawal program-program kementerian koperasi, sehingga kita bisa maksimal dalam hal mengawal program.

Kolaborasi program dengan berbagai stakeholder, itu wajib lah di kementerian koperasi dilakukan, karena kalau nggak dikawal dengan banyak orang, banyak stakeholder tertentunya tidak maksimal program-program yang kita lakukan, terkait juga keterbatasan anggaran dan seterusnya.

Apa apa yang kami lakukan selama tahun ini, kami juga masuk di asisten deputi rantai pasok juga baru tahun ini, sehingga kami sampaikan program yang kita kawal tahun ini.

Pertama yang kita lakukan kolaborasi memanfaatkan layanan yang ada di temen-temen yang sudah apa melakukan aktivitas pasar online, seperti grab ya, go-jek, Tokopedia ini kami melakukan kerjasama bagaimana disini, percepatan untuk on-boarding.

Kedua, bagaimana strategi meningkatkan omsetnya jadi orang yang sudah masuk onboarding itu harus dipelihara, kalau nggak dipelihara itu juga stag dia, bahkan malah mundur, nggak dapat order, ini harus dipelihara, makanya ini perlu pendampingan, perlu ada fasilitasi dari kementerian koperasi, beberapa event kita lakukan di beberapa tempat, bagaimana mendorong percepatan onboarding.

Data-data untuk yang kita akan masukkan onboarding kita juga kerja sama dengan KL dengan para asosiasi dan lain-lain, kami di perjanjian kerjasama dengan grab dan go-jek, itu ada kelebihannya, kelebihannya komisi yang berlaku hanya 15%, kalau yang umum dan daftar sendiri itu 20%, komisi di grab atau di go-jek, tapi dengan adanya tanda tangan deputi bidang usaha mikro dengan go-jek atau grab ini turun jadi 15%, ini yang kita perjuangkan.

Jadi kami yang masukkan ke sana ada warteg, pecel lele, warung Padang, soto, bakso Wonogiri, pokoknya data-data termasuk kita juga dapat data dari BKKBN, itu banyak datanya, tapi tetap dilakukan ini seleksi, karena kalau nggak diseleksi datanya masuk nanti mereka kesulitan menghubungi.

Jadi yang kita fasilitas ini kesempatan untuk masuk ke pengadaan, jadi LKPP gitu ya, sudah ada yang berhasil di LKPP, terutama konsumsi rapat atau apa, itu kita bisa monitor itu berapa sekarang bisa itu pak, kita lihat itu.

Inilah beberapa aktivitas kami terkait dengan pandemi ini terus terang “kami juga belum maksimal” sekalian mohon dukungannya, kita sama-sama apa gerak dan juga ini yang di luar itu kami juga mengembangkan cluster komoditas, jadi ada peternakan bebek, ada biofarmata, ada kopi dan ada Porang, tutur Sutarmo.