Tokoh NU KH Sholahuddin Wahid Wafat

Senin, 3 Februari 2020 | 04:41 WIB

Medanposonline.com – Tokoh penting Nahdlatul Ulama, KH Sholahuddin Wahid yang lebih kerap disapa Gus Sholah, wafat dalam usia 77 tahun pada Minggu malam (2/2/2020) pukul 20.55 WIB, usai kritis menjalani perawatan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Dari laman media sosial putra Gus Sholah, Irfan Wahid (Ipang Wahid), seperti dikutip Antara, Minggu, dimintakan permohonan maaf untul almarhum jika ada kesalahan. “Mohon dimaafkan seluruh kesalahan,” tulis Ipang di laman Facebook dan Twitternya.
KH Solahuddin Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, 11 September 1942. Almarhum dikenal tidak saja sebagai ulama dari NU, namun juga pendidik dan juga pegiat hak asasi manusia (HAM). Lulusan jurusan arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) itu pernah menjabat Wakil Ketua Komnas HAM masa bakti 2002-2007.

Gus Sholah merupakan adik dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, itu mengalami sakit jantung.
Sebelumnya, santri Ponpes Tebu Ireng mendoakan kesembuhan Gus Sholah petang ini. Usai shalat fardhu, para santri mengirimkan doa Al Fatihah untuk kesembuhan Gus Sholah.
Mundir Pembinaan Pesantren Tebu Ireng, Lukman Hakim, mengatakan Gus Sholah beberapa waktu terakhir ke luar masuk rumah sakit. Gus Sholah, kata dia, hanya dirawat ketika mengalami penurunan kesehatan.

Ipang Wahid sendiri mengemukakan, ayahanda itu mengalami komplikasi sakit jantung setelah sempat menjalani perawatan di RS Harapan Kita, Jakarta.
“Ada masalah di jantung, ada cairan di selaput jantung dan dioperasi pada Jumat (31/1) itu,” katanya saat ditemui ANTARA di rumah duka di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin dini hari.
Menurut dia, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu mengalami detak jantung yang tidak normal sekitar dua pekan sebelumnya. Tim dokter di RS Harapan Kita Jakarta, kata dia, kemudian melakukan ablasi atau tindakan operasi terhadap jantung.
Operasi itu, menurutnya, berlangsung sukses dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu kemudian diperbolehkan pulang. Namun, Gus Sholah kembali mengalami sakit dan dilarikan ke rumah sakit.
Ipang menuturkan, dari pemeriksaan tim medis ditemukan cairan di selaput jantung dan kemudian ayahandanya menjalani operasi. Gus Sholah, kata dia, kemudian mengalami komplikasi dan berdampak ke organ lainnya seperti ginjal dan paru-paru.
Rencananya, setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Gus Sholah akan diterbangkan ke Jombang, Jawa Timur, melalui Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 10.00 WIB, Senin.
Irfan menuturkan jenazah akan diangkut menggunakan salah satu pesawat milik Lion Group dan dijadwalkan tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo sekitar pukul 11.30 WIB. Kemudian jenazah diperkirakan tiba di Jombang, Jawa Timur sekitar pukul 14.00 WIB
Rencananya jenazah Gus Sholah akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sekitar pukul 16.00 WIB. (in/Ant)