Semangat Resolusi Jihad untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

Senin, 19 Oktober 2020 | 19:55 WIB
Jakarta, MPOL: Semangat resolusi Jihad untuk melawan kebodohan dan kemiskinan, demikian Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid dalam acara Sosialisasi Empat Pilar yang juga sekaligus menjelang Hari Santri 22 Oktober, di Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Pamulang Barat, Senin (19/10) di Pamulang Tangerang Selatan.

Menurutnya bangsa Indonesia lahir dari hasil perjuangan dari para pahlawan yang melawan penjajah. “Diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.”

Di awal kemerdekaan, bangsa Indonesia selain memiliki Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal TNI; di tengah masyarakat juga ada laskar-laskar.

Meski Indonesia sudah merdeka namun Belanda lewat tangan Inggris ingin menguasai kembali Indonesia lewat Surabaya. Keinginan Belanda dan Inggris yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Dengan direspon oleh para ulama, yakni Rais Akbar NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asya’ri, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan ulama besar lainnya dengan mendeklarasikan Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945.

     Dalam resolusi tersebut mewajibkan umat Islam, laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang sudah akil baliq, wajib hukumnya yang berada dalam radius 94 km, dengan atau tanpa mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan laga. “Diserukan melakukan jihad di medan pertempuran,” dimana pada waktu itu musuhnya jelas, yakni Belanda dan Inggris..

Hari di mana Resolusi Jihad diserukan, dijadikan oleh Pemerintah menjadi Hari Santri, 22 Oktober. Hari Santri, makna dan momentnya, tidak terlepas dari Empat Pilar. “Mempertahankan NKRI.”

Saat ini kita hidup dalam masa kemerdekaan berkat perjuangan seluruh komponen masyarakat, ulama, dan santri. Masa kemerdekaan merupakan sesuatu nikmatnya rasanya luar biasar. “Saat ini kita nikmati hasil perjuangan para pahlawan.”

Untuk itu ia mengajak kepada semua santri untuk mengisi kemerdekaan, sebagai dari melanjutkan warisan para pejuang, ulama, dan santri.

Di hadapan peserta sosialisasi yang mayoritas warga NU, diungkapkan Resolusi Jihad merupakan bentuk kepedulian dari seluruh ummat Islam. “Untuk itu Hari Santri menjadi hari bagi semua ummat Islam.”

Semangat Hari Santri mampu memperkokoh Indonesia. Resolusi Jihad juga merupakan wujud dari kepedulian ummat Islam bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. “Jadi jangan dibenturbenturkan antara agama dan negara.”

Santri, merupakan sosok yang mampu mempertemukan antara nilai-nilai ke-Islam-an dan nasionalisme. “Saya mengajak kepada semua untuk memperkuat nilai-nilai kesantrian,” tegas Jazilul Fawaid.

“Apa itu nilai kesantrian? yakni rasa cinta tanah air.” Berjihad sesuai dengan Resolusi Jihad perlu diteruskan namun musuh yang dihadapi saat ini adalah kemiskinan, kebodohan, dan korupsi, tegas Jazilul Fawaid