Pelestarian Kebudayaan Sangat Dibutuhkan untuk Meningkatkan Nilai Kebangsaan

Rabu, 25 November 2020 | 22:42 WIB

 

Jakarta, MPOL: Pelestarian kebudayaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai-nilai kebangsaan, demikian Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam diskusi “Pemahaman Nilai Penting Warisan Budaya Dalam Penguatan Kebangsaan,” Rabu (25/11) di Jakarta.
 
Menurutnya pelestarian nilai-nilai kebangsaan sangat dibutuhkan, guna menyikapi kondisi saat ini, dimana sejumlah nilai-nilai kebangsaan kita sebenarnya sudah terxakup dalam empat konsensus kebangsaan yang bisa menjawab kondisi saat ini.
 
Empat konsensus kebangsaan seperti UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki nilai-nilai yang bersumber dari budaya masa lalu dalam peradaban bangsa.  Nilai kebhinekaan, gotong-royong dan berbagai nilai-nilai luhur lainnya, dimana sejumlah nilai yang diwarisi para leluhur bangsa, yang masih relevan, yang dapat dijadikan jalan keluar dari problem bangsa saat ini.
 
Untuk itu ia berharap para cendekiawan dan pakar budaya turut menggali nilai-nilai budaya dari berbagai warisan budaya yang ada saat ini, dan bermanfaat untuk kehidupan bangsa saat ini, tutur Lestari Moerdijat.
 
Diskusi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bekerjasama dengan Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia, dengan moderator Arief Adi Wibowo, Dosen Ilmu Komunikasi UI itu menghadirkan Prof. Dr. Mundardjito (Guru Besar Arkeologi FIB UI) yang membawakan pengantar diskusi dan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Dr. Supratikno Rahardjo (Arkeolog/IAAI) serta Suraya Afiff, Ph.D (Antropolog/IAAI) sebagai narasumber.
 
Sementara itu guru Besar Arkeologi FIB UI, Prof. Dr. Mundardjito dalam diskusi mengatakan sejumlah peraturan terkait budaya dan kebudayaan yang ada saat ini belum memiliki peraturan teknis pelaksanaannya. Dimana upaya pemanfaatan nilai-nilai warisan budaya masa lampau untuk memperkuat nilai kebangsaan saat ini belum optimal.
Warisan budaya masa lalu harus terus diperbarui maknanya agar bisa dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Dengan begitu para disiplin ilmu bisa bersama-sama untuk memaknai peninggalan sejarah yang ada saat ini.” Hal tersebut bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi untuk keberlanjutan kehidupan generasi bangsa di masa datang, tutur Mundardjito.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang mengikuti secara virtual mengatakan merasa senang dengan diskusi ini dengan beberapa pakar budayawan dan arkeolog, untuk itu ia akan mendorong tuntasnya pengaplikasian sejumlah aturan terkait kebudayaan, agar aturan tersebut dapat efektif dan bermanfaat, tuturnya.