Partai Golkar Solid Dukung Airlangga Hartarto Sebagai Capres 2024

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:20 WIB

Jakarta, MPOL: Partai Golkar solid dukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres pada Peilu 2024 demikian Wakil Ketua Komisi VIII yang juga Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan dalam diskusi Dialektika “Membaca Peta Koalisi dan Potensi Kontestasi 2024, Kamis (14/10) bersama Diretur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, Achmad Baidhowi (FPP) dan Faisol Riza (FPKB), di DPR RI Jakarta.

Menurut Ace Hasan Syadzily mengatakan, Golkar solid dan sepakat mendukung Pak Airlangga, keputusan itu, kami sampaikan saat Musyawarah Nasional (Munas) 2019 lalu, bahwa Pak Airlangga sebagai capres 2024.” Dalam berbagai hasil survei, keterkenalan Airlangga Hartarto semakin meningkat, membuat partai Golkar optimis menatap Pemilu 2024.

“Kami sangat optimis bahwa dalam tiga tahun ke depan, apalagi kalau misalnya konfigurasinya semakin mengerucut kepada maksimal tiga pasangan, tentu kami sangat optimistik. Apalagi dalam pilpres 2024 nanti tidak ada incumbent.” Saat ini memiliki peluang yang sama untuk memenangkam Pilpres 2024. Sebab, tak ada calon petahana yang akan berkontestasi nanti. Untuk itu tugas para kader Golkar bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas Airlangga Hartarto.

Untuk itu memiliki peluangan untuk dapat memenangkan dalam pilpres 2024 nanti. Jadi karena itu maka tugas kami adalah bagaimana kami memastikan agar popularitas kemudian elektabilitas ketum kami, betul-betul bisa tiga tahun yang akan datang bisa semakin dikenal publik,” tutur Ace Syadzily.

Sedangkan Faisol Riza mengatakan dipastikan Ketum DPP PKB siap untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024, hal ini dengan menguatnya PKB dari sejumlah survei.Pilpres 2024 memiliki ruang yang terbuka bagi pemenangan seluruh partai politik. “Saya kira Muhaimin Iskandar siap untuk berkontestasi pada Pilpres 2024 PKB mengalami penguatan yang signifikan. Bahkan dari hasil survei terakhir, PKB menduduki posisi tiga besar. Dari hasil sejumlah survei dimana PKB mengalami penguatan. Sehingga membuka ruang bagi PKB untuk menjadi kekuatan baru pada 2024.” Dari hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), PKB mengalami peningkatan dengan menggeser posisi Gerindra sebagai partai tiga besar.

Terdapat 981 responden yang valid terpilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). Hasil survei ini menunjukkan bahwa jika Pemilu diadakan sekarang, PDIP mendapat dukungan terbesar, 22,1 persen, disusul Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan Nasdem 4,2 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan yang belum tahu 18,8 persen, tutur Faisol Riza.
Sementara itu Pangi Syarwi mengatakan Ketua Umum Megawati bakal memilih kader terbaik untuk dicalonkan menjadi presiden pada 2024. Dimana sempat kisruh internal yang mencuat karena adanya kader yang menyatakan mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres untuk 2024.

Bentuk dukungan dari para kader itu lalu ditanggapi reaksioner oleh Ketua DPP sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto. Bambang. Seharusnya Bambang tidak reaksioner hingga menggunakan gaya bahasa yang dinilai tidak sopan. PDI Perjuangan merupakan partai yang demokratis sehingga adanya suara kader yang memdukung Ganjar seharusnya tidak masalah. Apalagi Ketua Umum Megawati sampai sejauh ini belum memutuskan satu nama yang ia usung sebagai capres untuk 2024.

PDI Perjuangan bakal merestui dan mengusung Capresnya di saat-saat injure time atau last minute dengan kader yang potensial.

PDI Perjuangan tidak akan sembarang memajukan kadernya untuk bertarung di Pilpres 2024. Seperti yang dikabarkan akan mengusung Puan Maharani. Dimana sudah marak tersebar di berbagai daerah.keberadaan baliho sebagai upaya partai memperkenalkam sosok Puan Maharani yang juga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Tentu akan melihat dan mempertimbangkan tren elektabilitas. Jika memang tren elektabilitas Puan tumbuh dengan baik, diyakini Megawati dengan bijak bakal mengusung Puan Maharani sebagai capres atau cawapres, tutur Pangi Syarwi.