Partai Gelora Dukung Langkah ASEAN Selesaikan Krisis Myanmar Secara Damai

Rabu, 7 April 2021 | 11:00 WIB
Jakarta, MPOL: Partai Gelora dukung langkah ASEAN selesaikan krisis Myanmar secara damai demikian Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan pada wartawan, Rabu (7/4) di Jakarta.
Menurutnya Brunei Darussalam, sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini mendukung terselenggaranya KTT luar biasa ASEAN membahas krisis di Myanmar. Pernyataan bersama dengan Malaysia, Brunei di Bandar Sri Begawan. Kedua negara telah meminta menteri dan pejabat senior mereka untuk melakukan persiapan KTT di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Indonesia.

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam pernyataan bersamanya, mengemukakan keprihatinannya atas jumlah korban krisis Myanmar yang terus bertambah.

Mereka meminta agar semua pihak dapat menahan diri untuk mencapai penyelesaian damai.

“Krisis di Myanmar telah memakan ratusan korban jiwa adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang berpotensi bereskalasi menjadi perang saudara yang bukan saja akan merugikan rakyat Myanmar namun juga berpotensi menciptakan ketidakstabilan di kawasan Asia Tenggara.”

Langkah ASEAN dalam menyelesaikan krisis di Myanmar secara damai juga adalah sebuah tantangan dalam meniti keseimbangan antara prinsip non-intervensi urusan dalam negeri dengan tuntutan tanggungjawab ASEAN.

Hal itu untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dalam menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

“Kami menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Joko Widodo atas prakarsa penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi luar biasa ASEAN yang disampaikan pada Maret 2021 dan prakarsa tersebut disambut baik Sultan Hassanal Bolkiah sebagai Ketua ASEAN.”

Anis Matta berharap prakarsa ASEAN untik menyelesaikan konflik di Myanmar ini mendapatkan dukungan dari negara-negara sahabat dan komunitas internasional. Prakarsa ini akan didukung penuh oleh negara-negara sahabat lain dan juga komunitas internasional agar aksi kekerasan dapat segera dihentikan untuk mencegah jatuhnya lebih banyak lagi korban jiwa,” tutur Anis Matta.