Lambatnya Sosialiasi Corona Resahkan Masyarakat

Jumat, 7 Februari 2020 | 01:29 WIB

Medanposonline.com – Lambatnya sosialiasi virus corona oleh pemerintah, maka pemberitaan virus tersebut makin meresahkan masyarakat. Karena itu pula, terdapat 54 opini dan berita hoaks terkait corona tersebut yang menambah bingung masyarakat, demikian anggota Komisui IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan dalam satu diskusi .
“Keterlambatan sosialiasi dan informasi virus corona itu sendiri yang membuat bingung masyarakat. termasuk penolakan warga Natuna yang menjadi tempat observasi 238 WNI dari Wuhan,” tegas anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati dalam diskusi “Efek Domino Virus Corona” bersama anggota Komisi I DPR FPPP Syaifullah Tamliha, Kamis (6/2) di DPR RI Jakarta.
Menurutnya Badan kesehatan dunia (WHO) per 31 Januari pun sudah menetapkan status darutat corona atau Public Health Emergency of international Concern ( PHEIC). Itu berarti sudah warning yang sangat tinggi. Sehingga seharusnya Indonesia hadir dalam meningkatkan kewaspadaannya untuk melindungi WNI, baik di dalam maupun di luar negeri.
“Harus diingat sumber penyebaran corona ini sebagai negara penyumbang devisa negara dan APBN, sehingga uang yang masuk dan beredar akan sangat mempengaruhi devisa yang dibawa ke Indonesia,” tutur Kurniasih Mufidayati.
Sedangkan Syaifullah Tamliha menyoroti kesiapan pulau sebagai tempat observasi WNI dari Wuhan di Natuna tersebut. Seharusnya pemerintah selama ini mengelola dan memelihara pulau-pulau kecil itu antisipasi untuk tempat dan alasan darurat seperti kasus corona ini.
“Pulau-pulau itu semestinya ada yang khusus,  seperti halnya Natuna. Padahal, masih banyak pulau-pulau kecil yang tidak dikelola dengan baik di luar Natuna. Kita ini baru ribut, ketika pulau-pulau kecil itu diganggu asing,” katanya.
Selain itu kurangnya sosialisasi “masker” seperti apa standar dari masker yang benar. Begitu vaksinnya seperti apa hal tersebut belum diketemukan, tutur Syaifullah Tamliha. (ZAR)