Terkait Kasus Transaksi Benur

KPK Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo

Rabu, 25 November 2020 | 13:18 WIB

Jakarta, MPOL : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Rabu (25/11/2020) sekitar pukul 01.30 dini hari sepulang dari kunjungannya ke Amerika Serikat.

“Benar KPK telah mengamankan pejabat, berkait ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu pagi.

Ghufron menuturkan, Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta bersama sejumlah pihak dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta anggota keluarganya.

“Tadi pagi (ditangkap) pukul 1.23 di Soetta (Bandara Soekarno-Hatta). Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan,” ujar Ghufron.

Kabarnya, penangkapan Edhy Prabowo dipimpin langsung penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Kini Edhy sudah diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Ketua KPK Firli Bahuri belum mau mengungkap barang bukti yang diamankan saat menangkap Edhy.

“Nanti ada penjelasan lengkap. Saya tidak elok kalau menyampaikannya sekarang. KPK bekerja berdasarkan bukti,” kata Firli.

Penangkapan Edhy ini merupakan operasi tangkap tangan keempat yang dilakukan KPK periode 2019-2023. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status Edhy.

Berdasarkan KBBI, benur memiliki dua makna. Pertama yaitu benih udang yang hampir tidak kasatmata. Kedua, anak udang windu. Dalam hal ini, maka benur adalah anakkan lobster yang tidak kasat mata.

Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia, saat masih menjabat sebagai Menteri KKP. Karena dikhawatirkan merusak ekologi laut. (bp)