Komisi VIII DPR RI Berharap Tahun 2022 Calon Haji Bisa Melaksanakan Ibadah Haji

Kamis, 25 November 2021 | 22:34 WIB

Jakarta, MPOL: Komisi VIII DPR RI berharap tahun 2022 calon jamaah haji Indonesia bisa melaksanakan ibadah haji, mohon doa dan dukungan masyarakat, demikian John Kenedy Azis mengatakan dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema “Menanti Kepastian Pemberangkatan Jamaah Haji dan Umroh Indonesia”, bersama KH. Maman Imanulhaq (Anggota Komisi VIII DPR RI/F-PKB) dan Ketua Komnas Haji dan Umrah – Mustolih Siradj Kamis (25/11) di DPR RI Jakarta.

Menurut John Kenedy Azis Insyaa Allah mohon do’a dan dukungan dari pada masyarakat semua khususnya kepada kaum muslimin dan muslimat yang akan berangkat menjadi calon jemaah haji.Komisi VIII pada bulan Desember ini atau tidaknya pada awal-awal Januari akan membentuk Panja BPIH, panja haji, sebab untuk pelaksanaan itu tentu ada suatu kerjasama antara pemerintah dengan DPR khususnya Komisi VIII.

lebih Khusus lagi pemerintah dengan Panja BPIH atau Panja haji, Insyaa Allah juga kalau panja haji itu sudah terbentuk, kami pun akan melakukan kunjungan untuk melihat bagaimana kesiapan-kesiapan oleh pemerintah terhadap rencana pelaksanaan jamaah haji tersebut, baik kesiapan pemerintah dalam hal pesawat, transportasi di Indonesia, transportasi penerbangan transportasi selama di tanah suci, kesiapan dari hotel, kita menginginkan nanti penginapan itu paling jauh sekitar, kemarin kita putuskan di tahun 2020 dan 20021 walaupun tidak terlaksana, Panja haji tetap dibentuk oleh DPR dan Panja tersebut telah bekerja sudah memperhitungkan ongkos haji, sudah memperhitungkan segala sesuatunya, jadi untuk kesiapan itu.

Panja dibentuk, tentu kita akan melakukan rapat rapat dengan dengan kementerian lembaga terkait, dengan perang dengan Garuda, dengan Arab Saudi dan dengan lain untuk apa yang disampaikan oleh moderator tadi, apakah jumlah biaya haji itu akan naik atau akan bertambah, dilakukan oleh calon para jamaah haji dan lain.

Tentu kami sekarang ini belum bisa memastikan apakah akan naik atau tidak tetapi yang jelas kami sudah mewanti-wanti, sudah berharap kepada pemerintah dan BPKH dalam konteks ini supaya nanti ongkos haji tahun 2022 ini tidak naik, kalaupun naik tidaklah dengan jumlah yang signifikan, tutur John Kenedy Azis.

Sedangkan Maman Imanulhaq mengatakan Komisi VIII mendorong agar kementerian agama menyatakan tidak perlu memberangkatkan, maka kalimatnya adalah pembatalan keberangkatan haji bukan pembatalan haji karena kita tidak punya otoritas untuk itu dan sudah diukur, tahun lalu.

Karena kita tidak tahu pandemi ini berakhir kapan, apakah hari ini walaupun kita sudah landai sementara di Eropa naik lagi, mungkin nanti di Arab Saudi karena standar mereka adalah Amerika Arab Saudi itu, kalau tiba-tiba diketemukan saja pemberangkatan umroh pertama terjadi, itu mereka pasti langsung membuat blog yang lebih kuat dan itu artinya pupus sudah harapan kita untuk haji 2022

Padahal tujuan kita umroh mengikuti standar Arab Saudi itu ada agar 2022-2023 kita nanti dua kali berangkat dalam setahun, nah ini penting di 2022 deh kita betul-betul harus lebih amanah, profesional dan seluruh komponen bangsa ini yang 3 itu, menteri luar negeri, menteri kesehatan dan menteri agama harus sudah siap, kenapa Karena bagaimanapun haji dan umrah ini menjadi estalase negeri ini atau pemerintah ini dalam melayani masyarakat, tutur Maman Imanulhaq.