Ketua DPD RI Ingin Pasar Dukung Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Selasa, 12 Januari 2021 | 17:42 WIB
Jakarta, MPOL: Ketua DPD RI ingin pasar dukung pemulihan ekonomi masyarakat. Pasar dinilai akan menjadi sentral dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19, demikian Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1) di Jakarta.
Menurut LaNyalla, program revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat adalah bagian dari implementasi RUU Ciptaker, khususnya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Pasar adalah pusat perputaran ekonomi masyarakat. Banyak uang yang berbedar di sana. Untuk itu, revitalisasi harus dilakukan. Pasar harus menjadi sentral pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi nanti. Namun, faktor keamanan harus diperhatikan. Sehingga pasar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Itulah pentingnya dilakukan revitalisasi.”

Salah satu caranya adalah menggunakan teknologi digital, seperti pasar digital yang sudah berjalan di Kota Mojokerto, Jawa Timur. “Di Mojokerto, atas inisiasi walikota, pasar rakyat sudah menggunakan pendekatan digitalisasi. Semua menu di pasar ada di genggaman smartphone. Sehingga tatap muka dikurangi.”

Ketua DPD RI berharap revitalisasi yang dilakukan tetap memperhatikan kearifan lokal. Sebab, pasar dengan nuansa kearifan lokal menunjukan perhatian pemerintah kepada rakyat.

Salah satu pasar yang direvitalisasi pemerintah melalui Kementerian PUPR adalah pasar PON Trenggalek, Jawa Timur. Revitalisasi sudah selesai dilakukan pada akhir tahun 2020.

“Pedagang harus bisa memanfaatkan pasar hasil revitalisasi ini dengan sebaik-baiknya. Karena dengan cara inilah pemulihan ekonomi bisa lebih cepat terjadi, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan, dan menggunakan pendekatan teknologi,” tutur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Di tempat terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, revitalisasi dan pembangunan pasar tradisional dilakukan agar pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 dapat berjalan lebih cepat.

“Konsep revitalisasi pasar disesuaikan dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan Pemerintah Daerah,” tutur Basuki.

Hingga akhir 2020, tercatat ada tujuh pasar rakyat yang telah rampung, yaitu Pasar Ateh Bukittinggi Sumatera Barat, Pasar Prawirotaman Yogyakarta, Pasar Kaliwungu Kendal, Pasar Klewer Timur Jawa Tengah, Pasar Benteng Pancasila Mojokerto, Pasar PON Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, dan Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali. **