Kadiskes Sumut Sebut Teroris Sengaja Sebar Hoax ‘Corona’ di Medan

Jumat, 14 Februari 2020 | 23:01 WIB

Medan (medanposonline.com)Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik (HAM) Medan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, membantah keras kabar beredar yang menyebut adanya pasien suspect virus corona (COVID-19) dirawat di Medan.

Bantahan itu disampaikan pihak RSUP HAM Medan melalui Humas Rosario Dorothy Simanjuntak dan Kadis Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, saat dikonfirmasi, Jumat (14/2/2020).

Bahkan Kadis Kesehatan Sumut terkesan geram dan menuding berita hoax itu sengaja disebarkan teroris untuk membuat suasana jadi kacau. “Teroris itu yang buat-buat berita tak benar. Mau saya tangkapkan saja ini orang, menyebar ketakutan dan teror di masyarakat,” ucap Alwi dengan nada geram.

Sebagaimana diketahui, saat ini tengah beredar sebuah video, dimana seorang pemuda yang tidak diketahui identitasnya, dengan mengenakan masker menyebutkan bahwa virus corona sudah masuk ke wilayah Sumut, dimana pasiennya kini tengah dirawat di RSUP Haji Adam Malik.

Selain itu, pria yang mengenakan stelan kemeja hitam tersebut mengaku  informasi ini didapatkannya dari rekan medisnya. Karenanya ia mengajak siapapun yang melihat videonya agar kalau keluar rumah tetap waspada dan selalu menggunakan masker.

Selain itu ia juga meminta agar mengurangi kontak fisik dengan keluarga dan kerabat disaat menjenguk ke rumah sakit. Kemudian mengurangi kontak fisik saat berteguran dengan teman-teman baik yang berkunjung ke rumah atau bertemu di tengah jalan. “Dan yang paling penting adalah utamakan keluar rumah dengan mengingat Ketuhanan Yang Maha Esa, agar kita dilindungi dari penyakit yang mencekam dan segala mara bahaya,” ucapnya.

Terhadap video ini, Kadis Kesehatan menegaskan bahwa yang disampaikan pria dalam video itu adalah hoax atau berita bohong. Ia menyampaikan, jika saat ini belum ada satupun kasus COVID-19 ditemukan di Sumut. “Kami tegaskan  hingga saat ini belum ditemukan kasus COVID-19 di Sumut,” tegasnya.

Senada, Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak menyampaikan, sampai sejauh ini rumah sakit milik Kemenkes tersebut belum ada merawat pasien suspect COVID-19. Karenanya ia meminta, siapapun agar tidak menyebarkan hoax terkait masalah ini karena dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Bagi pihak-pihak yang sering menyebarkan hoax terkait hal tersebut (virus corona), kami minta untuk berhenti menyebarkan informasi tidak benar yang dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat,” tandasnya. (Rh)