Jangan Sampai Ada Kebijakan Kontraproduktif Soal Larangan Mudik

Kamis, 8 April 2021 | 19:30 WIB
Jakarta, MPOL: Jangan sampai ada kebijakan kontraproduktif soal larangan mudik, demikian anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho (P. Demokrat) dalam dialektika demokrasi “Simalakama Mudik dan Dampak Ekonomi Rakyat” bersama Wakil Ketua Komisi IX Emmanuel Melkiades Laka Lena, dan Ekonomi Institute and Finance (INDEF) Dr. Enny Sri Hartati, Kamis (8/4) di DPR RI Jakarta.
Menurut Irwan Fecho di beberapa kementerian yang sebenarnya satu rumah yang sama kontraproduktif itu pasti tak akan maksimal, padahal sama-sama kita sadari masalah bangsa ini, bagaimana sebenarnya bisa menurunkan sebaran covid ini sehingga implementasinya bisa maksimal, kemudian efektifitasnya bisa diraih.
Kalau pemulihan ekonomi nasional dengan anggaran yang begitu luar biasa itu bisa maksimal,  itu sebenarnya bisa menggerakan pertumbuhan ekonomi sesuai harapan pemerintah, disisi  lain covid yang  menjadi permasalahan real yang ada di masyarakat ini bisa selesai.
Jadi menurut saya, harusnya apa yang disampaikan itu betul-betul diwujudkan dalam sebuah regulasi yang menjadi acuan semua pihak untuk kemudian mendukung kebijakan larangan mudik ini dan harus konsisten, tutur Irwan Fecho.
Sedangkan Emmanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, ini bukan pengalaman pertama kita dalam era pandemi menangani yang namanya penanganan mudik di era pandemi atau di saat kita akan memasuki ini adalah yang kedua.
Kita menjawab tahun lalu jauh lebih ruwet kondisinya, ketika kita pada saat awal-awal melalui masa-masa pandemi covid,  2 Maret diumumkan pertama kali oleh seorang ibu dan seorang anak yang kena oleh Pak Jokowi waktu itu,  kemudian kita langsung masuk ke dalam bulan Ramadhan kemudiam mudik, tahun lalu  pro kontranya jauh lebih serius dibandingkan sekarang.
Tahun  lalu itu pro kontranya karena kita pertama mengalami pandemi seperti ini yang ruwet  harus masuk di bulan Ramadan kemudian masuk lagi kita harus mudik tahun lalu. Pengalaman tahun lalu itu rasanya cukup menjadi alasan bagi pemerintah  dan masyarakat untuk menata kembali bagaimana persoalan mudik.
Jadi kalau kita mencermati,  suasana tahun lalu dalam merespon persoalan mudik  tahun ini,  memang kalau kita lihat agak lebih tenang tahun ini,  karena sempat kontroversi tapi setelah itu pemerintah membahas internal dan kemudian solid  mengatakan mudik tahun ini dilarang, tutur Emmanuel Melkiades.
Sementara itu Enny Sri Hartati mengatakan ekonomi ini sebenarnya tinggal tergantung dua hal tadi, karena tidak ada dikotomi sama sekali antara aspek kesehatan dan aspek ekonomi.
Sebanarnya kenapa selalu menjadi polemik baik 2020 hingga 2021 ini, ya jawabannya hanya konsistensi, karena tidak ada konsistensi makanya menimbulkan polemik dan yang menjadi polemik lagi adalah kenapa  pemerintah hampir selalu berbeda dengan suara publik
Sekarang ketika semua ini protokol kesehatan sudah mulai terinternalisasi ke masyarakat dan juga sudah mulai melanda dan sebagainya,  pemerintahnya yang solid, solid untuk tidak mudik, jadi ini satu hal yang memang sering  menjadi catatan publik, jadi ini sebenarnya bukan persoalan mudik atau tidak mudik,  yang menjadi persoalan tadi adalah seberapa konsisten kita benar-benar, antara ingin melakukan mitigasi terhadap penyebaran covid dengan semua,  bukan salah salah satu instrumen, semua hal yang terkait untuk pencegahan, perluasan dari covid, tutur Enny Sri Hartati. **